Kali Pertama Mario Gomez Lihat dan Jadi Korban Kerusuhan dalam Sepakbola

Terasjabar.co – Wasit kembali menjadi sorotan Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, pada pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (15/4/2018).

Pelatih kebangsaan Argentina itu menyesalkan keputusan wasit Handri Kristanto yang tidak memberikan penalti kepada timnya saat Jonathan Bauman dilanggar lawan di kotak penalti.

Meski begitu, Mario Gomez tetap bersyukur dengan hasil satu poin yang diraih anak asuhnya di markas Singo Edan.

Baginya, satu poin laga tandanga itu dapat menjadi modal positif timnya untuk menatap laga selanjutnya melawan Borneo FC di GBLA, Sabtu (21/4/2018).

“Pertandingan kemarin itu pertandingan yang sulit tapi kami seharusnya bisa memenangkan itu. Kalian tahu kami harusnya dapat penalti saat Bauman dijatuhkan tapi ya tidak masalah dan ini jadi poin yang bagus,” ujar Mario Gomez saat ditemui di Bandara Husein Sastranegara Bandung, Senin (16/4/2018).

Menurut Mario Gomez, yang menjadi masalah sebenarnya adalah kericuhan yang terjadi di penghujung pertandingan, saat penonton masuk ke lapangan ketika laga belum selesai.

Namun, ujar Mario Gomez, masalah itu bukan urusannya. Ia hanya akan menunggu keputusan, sanksi apa yang akan diberikan oleh Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

“Itu menjadi urusan Komisi Disiplin, karena kemarin penonton masuk ke dalam dan itu bukan urusan kami,” kata mantan pelatih JDT, Malaysia, itu.

Dalam peristiwa itu Mario Gomez menjadi korban. Ia mendapat luka di kening bagian kanan, diduga karena lemparan yang dilakukan suporter Arema FC.

“Itu tidak cukup bagus, tapi tidak masalah. Masalahnya kami tidak suka kekerasan, karena ini sepakbola,” ucap Gomez.

Mario Gomez mengaku, sepanjang karirnya dalam sepakbola baik sebagai pemain maupun saat menjadi pelatih, peritiwa yang terjadi di Malang merupakan kejadian pertama yang dia alami.

“Iya ini yang pertama kali. Ini tugas dari klub, mereka yang harus bicara dengan federasi atau pihak lain soal kejadian ini, dan itu bukan urusan kami, tugas kami hanya bermain sepakbola dan melakukan persiapan menghadapi laga berikutnya,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *