Kompetisi Mobil Listrik Digelar Polban

Terasjabar.co – Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) ke-9, yang digelar di Politeknik Negeri Bandung (Polban) diikuti oleh 24 tim dari 21 perguruan tinggi di Indonesia, mereka akan saling bersaing menunjukan inovasi kreativitasnya dalam merancang sebuah mobil listrik. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Kamis-Sabtu, 23-25 November 2017 mendatang.

Tidak hanya merancang dalam hal pembuatan, tetapi juga mobil-mobil listrik dengan satu penumpang tersebut akan di perlombakan pada lintasan beraspal di lingkungan Polban, untuk meraih total hadiah Rp 45 Juta, plus trophy senilai Rp 15 Juta.

Direktur Polban, Rachmad Imbang Tritjahjono, mengatakan, sejak awal digelar hingga memasuki musim ke-9 KMLI, perkembangan mobil listrik di Indonesia sangat luar biasa. Pada kompetisi awal, hanya diikuti oleh beberapa kampus, kini jumlah peserta terus meningkat hingga 24 tim dari 21 kampus sekarang ini.

“Saat ini KMLI 9 diikuti oleh kampus di Jawa, Kalimantan, Sumatera hingga Bali. Mobil listrik yang berkembang luar biasa ini menjadi solusi masa depan di mana bahan bakar fosil terus berkurang dan mulai habis. Dengan mobil listrik maka kita sudah punya jalan keluarnya,” ujarnya ditemui di kampus Polban, Jalan Ciwaruga, Bandung, Kamis (23/11/2017).

Ia menambahkan saat ini pertumbuhan kompetisi di kalangan mahasiswa juga menunjukan tren yang sangat positif, baik skala nasional maupun internasional. Bahkan beberapa perlombaan mobil listrik di luar negeri telah menjadi agenda rutin tahunan, salah satunya Formula Student di Jepang.

Dari awal kompetisi ini digelar, kata Rachmad, para peserta tidak hanya berkompetisi tapi juga saling bekerja sama secara sportif untuk membantu bersama memecahkan sebuah masalah yang terjadi di lapangan. Para peserta juga sudah mampu berinovasi hingga menciptakan mobil dengan kecepatan 60-80 Km/jam.

“Ini peluang Indonesia untuk mengejar dunia otomotif khususnya berbahan bakar listrik yang ramah lingkungan,” ucapnya.

Lainnya, pemilihan Kampus Polban sebagai lokasi kompetisi bukan tanpa alasan. Sebab kampus yang berada di kawasan Bandung utara ini memiliki kontur trek yang bervariasi, mulai menanjak, turunan, hingga terdapat beberapa kelok tajam, maka tidak jarang disebut seperti sirkuit mini.

Pihaknya berharap dengan kompetisi tersebut masyarakat akan semakin banyak tahu dan tertarik soal keberadaan mobil listrik. Sekaligus sebagai pembelajaran bagi masyarakat mengenai teknologi mobil listrik yang sudah mulai dikuasai oleh mahasiswa Indonesia. (red)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *