UMKM Akan Dapat Suntikan Dana Perbankan

Terasjabar.co – Bank-bank di Indonesia didorong untuk lebih aktif memberikan kredit ke segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal ini untuk mencapai target pemenuhan porsi kredit UMKM perbankan tahun 2017 ini yang sekitar 15 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, mengatakan, ‎UMKM merupakan kunci penciptaan sumber ekonomi baru di Indonesia. Potensi yang dimiliki UMKM dapat mendukung penyerapan tenaga kerja, meningkatkan potensi budaya dan pariwisata, sekaligus menjaga kelestarian citra budaya daerah.

“Untuk itu, pengembangan UMKM membutuhkan komitmen dan dukungan seluruh pihak terkait,” katanya.

Merespons hal itu, Bank DKI juga berupaya meningkatkan intermediasi perbankan kepada sektor UMKM, dengan membuka kantor layanan di Pasar Baru Metro Atom. Dengan pembukaan kantor tersebut, bank tersebut memiliki kantor layanan ke 29 di pasar-pasar DKI Jakarta.  

“Kehadiran di  Pasar Baru Metro Atom adalah sebagai upaya Bank DKI untuk terus meningkatkan layanan perbankan khususnya untuk memberikan pembiayaan mikro dan ritel kepada para pedagang pasar. Pasar Baru merupakan kawasan pusat perbelanjaan tertua di Jakarta dengan potensi bisnis yang besar, sehingga diharapkan dapat meningkatkan bisnis Bank DKI secara keseluruhan,” ujar Direktur Bisnis Bank DKI, Antonius Widodo di Jakarta, Kamis 2 November 2017.

Dia menuturkan, pembukaan kantor di pasar Baru Metro Atom merupakan salah satu perwujudan misi Bank DKI dalam menjadi bank transaksi pilihan UMKM dengan cara mempermudah pedagang dan pengunjung pasar untuk dapat melakukan transaksi pembayaran, baik itu melalui ATM Bank DKI, ataupun melalui sarana uang elektronik berbasis aplikasi yaitu JakOne Mobile.

“Bank DKI akan menggandeng pelaku UMKM untuk dapat menjadi nasabah maupun sebagai merchant JakOne Mobile. Dengan teknologi scan to pay pada aplikasi JakOne Mobile, nasabah hanya perlu menggunakan smartphone-nya untuk melakukan pembayaran dan secara otomatis masuk ke rekening merchant,” ujar Antonius.

Dia berharap, model transaksi non tunai ini juga akan dapat dilakukan dan ditingkatkan untuk transaksi pedagang yang ada di pasar.

Selain pembukaan kantor di pasar Baru Metro Atom, Bank DKI juga membuka jaringan kantor di Rusun Muara Baru. Dengan diresmikannya kantor layanan di Rusun Muara Baru, Bank DKI telah menempatkan kantor di rusun-rusun yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta sebanyak 8 rusun.

Bank DKI dalam setahun terakhir, selain di pasar DKI Jakarta, juga terus mengembangkan jaringan di rumah susun yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta.  

“Pembukaan kantor di Rusun Muara Baru bertujuan untuk meningkatkan pelayanan jasa perbankan Bank DKI kepada warga penghuni rumah susun termasuk di antaranya penerimaan pembayaran retribusi Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL),” katanya.

Per Oktober 2017, total jumlah kantor Bank DKI mencapai 237 kantor layanan yang terdiri dari 28 kantor Cabang konvensional, 3 Cabang Syariah, 59 Cabang Pembantu, 12 Cabang Pembantu Syariah,  115 Kantor Kas Konvensional, 5 Kantor Kas Syariah, 5 Payment Point dan 10 Kantor Fungsional. (red)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *