Setelah PPP, Kini Golkar Juga Gamang

Terasjabar.co – Yang akan maju pada perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 yang diusung oleh Golkar belum ada kepastian. Pasalnya, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar belum juga memastikan siapa calon yang akan diusung pada Pilgub Jabar 2018 nanti apakah Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, atau Deddy Mizwar.

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah I, Nusron Wahid, menyebut ada beberapa opsi yang muncul terkait rekomendasi itu. Meski demikian, Dedi Mulyadi mengaku bahwa dukungan Golkar terhadap dirinya tak berubah.

Ditemui usai menggelar rapat Pilkada 2018, Nusron menyebut saat ini opsi yang berkembang adalah mempertahankan rekomendasi 1 Agustus 2017 yang pernah diberikan Golkar pada Ketua DPD Golkar Jabar yang juga Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Tetapi ada opsi lain yakni mengusung pasangan Ridwan Kamil-Daniel Muttaqin hingga Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi atau sebaliknya.

“Dedi Mulyadi kan ditetapkan sebagai cagub/cawagub kalau ada yang mau berpasangan. Kalau enggak, ada Ridwan Kamil-Daniel. Adalagi opsi Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi atau sebaliknya. Jadi silakan berkomunikasi. Pendaftarannya masih Januari kok,” kata Nusron di Kantor DPP Golkar, Senin 2 Oktober 2017.

Golkar mengaku enggan terburu-buru menetapkan pasangan calon. Saat ini, mereka masih terus membuat simulasi kandidat yang dianggap layak sampai waktu yang dianggap tepat untuk memastikan kepada siapa rekomendasi Golkar akan bermuara.

“Kita mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan partai bukan atas paksaan,” kata dia.

Nusron juga tak ambil pusing mengenai beberapa partai yang tertarik mengusung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar seperti Gerindra atau PDIP. Menurut dia, hal itu adalah dapur orang lain yang tak selayaknya dia komentari.

“Kalau dari saya, kalau ada kader dicalonkan kita senang, berarti kader Golkar laku,” ucapnya.

Bertolak belakang

Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi justru memberikan keterangan berbeda. Ia menyebut dalam rapat Pilkada 2018 tak ada perbedaan pendapat dan opsi baru yang muncul. Justru rapat itu merumuskan perlunya penguatan rekomendasi 1 Agustus 2017 yang mempercayakan dirinya maju di Pilgub Jabar sebagai cagub atau cawagub.

“Sampai hari ini tak ada keputusan lain karena telah diputuskan bersama oleh DPD I dan DPD II Partai Golkar. Tidak ada lagi perubahan dan perdebatan, baik dari DPP pak Nurdin Halid didampingi Nusron Wahid. Semua menerima,” ucap Dedi.

Menanggapi munculnya opsi lain yang disebut Nusron Wahid, Dedi Mulyadi malah mempertanyakan dari mana opsi itu. Pasalnya, dalam rapat, Nusron tidak menginterupsi.

“Kan pak Nusron hadir dan sepakat akan kembali ke keputusan 1 Agustus. Kita juga belum ngomong pasangan. Kalau enggak menyetujui harusnya interupsi,” ucapnya.

Dedi pun berharap, tidak lama lagi rekomendasi akan turun. Karena ketika sudah ada surat rekomendasi, dia akan lebih leluasa mencari mitra koalisi, walaupun saat ini komunikasi dengan partai lain pun sudah intens dia jajaki.

Beberapa partai yang sudah berkomunikasi di antaranya Hanura, Gerindra, hingga PDIP. Bahkan PDIP telah menyebut siap mengusung Dedi Mulyadi di Jabar jika rekomendasi di Golkar tak kunjung jelas.

“Seluruh langkah berjalan dengan baik. Kita hanya menunggu administrasi kepartaian. Harusnya enggak perlu lama karena tinggal buat suratnya,” ucapnya.

Pendukung Dedi Mulyadi

Rapat pilkada yang digelar sejak pukul 10.00 WIB itu diramaikan oleh kehadiran para pendukung Dedi Mulyadi dari Jawa Barat. Mereka berorasi dan meminta agar rekomendasi Golkar tak berpaling dari Dedi.

Seusai rapat, sekitar pukul 15.00 WIB Dedi Mulyadi meninggalkan DPP setelah sebelumnya berterima kasih kepada massa yang sudah mengawalnya. Tetapi kepulangan Dedi tak serta merta membubarkan massa, karena mereka bersikukuh akan menunggu di DPP sampai surat rekomendasi turun.

Selang beberapa jam, Sekretaris Jenderal DPD Golkar Jabar Ade Barkah naik ke mobil dan berorasi. Dia meyakinkan massa bahwa ia yang akan berjuang mendapatkan surat rekomendasi untuk Dedi.

Ia kemudian mempersilakan massa untuk pulang. Namun, jika surat rekomendasi tak kunjung turun, Ade menyebut akan mengajak kembali massa untuk berdemonstrasi di kantor DPP Golkar.

“Kalau perjuangan saya tak berhasil, saya akan ajak kembali bapak ibu ke sini. Kita berjuang bersama sampai surat rekomendasi turun,” kata Ade. (J,Lc)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *