Referendum Kurdi di Irak, Erdogan: Penyulut Konflik Timur Tengah

Terasjabar.co – Sanksi terhadap Otoritas Kurdi di Irak utara atas rencana referendum kemerdekaannya akan dipertimabangkan kembali oleh Pemerintah Turki, kata Presiden Tayyip Erdogan dikutip oleh kantor berita Anadolu. Turki meningkatkan penentangannya atas rencana referendum oleh Otoritas Kurdi pada Selasa, dengan melakukan latihan senjata tank dan peluncur roket di seluruh wilayah perbatasan selatannya dan mengatakan bahwa pemungutan suara di negara tetangganya itu dapat menyebabkan konflik dunia.

Erdogan, yang menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, mengatakan kepada para pemimpin dunia pada Selasa bahwa referendum di Irak utara dapat menyebabkan konflik baru di Timur Tengah. Berbicara kepada wartawan di halaman sebuah hotel, Erdogan mengatakan bahwa dewan keamanan nasional Turki dan kabinet akan berdiskusi tentang kemungkinan menjatuhkan sanksi terhadap Irak utara ketika mereka melakukan pertemuan pada Jumat (22/9).

“Sebagai dewan keamanan nasional, kami akan berdiskusi dengan pemerintah atas keputusan kami, kabinet akan melakukan pertemuan dan membicarakan masalah ini. Kedua pihak akan mengevaluasi dan mengemukakan pendapatnya terkait sikap dan jenis sanksi apa yang dapat kita berikan,” kata Erdogan seperti dikutip oleh Anadolu.

Turki memiliki hubungan perdagangan yang kuat dengan pihak pemerintah Kurdi di Irak utara. Pihak berwenang Kurdi memompa ratusan ribu barel minyak per hari melalui Turki dan telah menyetujui rencana dengan perusahaan minyak utama Rusia, Rosneft, yang menanamkan modal pembangunan jaringan pipa sebagai jalur pengiriman gas ke Turki dan Eropa.

“Kami akan mengumumkan keputusan akhir mengenai masalah ini dengan rapat kabinet dan keputusan dewan keamanan nasional,” kata Erdogan. “Saya pikir akan lebih baik jika mereka mempertimbangkan hal ini,” tambahnya. (ros/int)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *