Dada Rosada – Danny Setiawan Hadiri Sidang Kasus GBLA

Terasjabar.co – Sidang kasus korupsi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage menghadirkan Mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan Mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan sebagai saksi. Dalam sidang tersebut,  Dada Rosada menyatakan pembangunan stadion GBLA sudah diserahterimakan dan sudah dipakai untuk pertandingan sekelas internasional.

“Stadion itu sudah beres dan diserahterimakan bahkan dipakai presiden dan wakil presiden, kalau sekarang menjadi masalah hukum,  saya tidak tahu menahu karena secara fisik sudah beres, ” ujar Dada Rosada saat menjadi saksi dipersidangan kasus korupsi GBLA, Senin, 11 September 2017.

Pernyataan Dada Rosada tersebut sekaligus menjawab pertanyaan dari jaksa penuntut umum tentang adanya masalah korupsi dalam pembangunan GBLA.  “Kalaupun ada kekurangan kan sudah diperbaiki dan sekarang sudah berdiri megah dan dipakai beberapa kali.  Di awal peresmian aja dipakai pertandingan internasional. Tercatat sembilan kali pertandingan, ” ujar Dada Rosada.

Sementara itu,  mantan Gubernur Danny Setiawan menjelaskan mengenai bahwa pembangunan stadion tersebut karena kebutuhan,  mengingat Persib tidak punya basecamp resmi.  Di Stadion Siliwangi saja kalau main harus bayar karena punya Kodam.  Kemudian di Jalak Harupat juga seperti itu harus bayar.  Dari itulah pemerintah provinsi dan juga pemkot bandung sepakat untuk membuat stadion.

Sementara itu,  penasihat hukum terdakwa,  Junaidi menyatakan bahwa stadion megah itu diwujudkan dengan itikad baik dari dua pemerintahan. Untuk mewujudkan keinginan masyarakat Jabar yang memimpikan mempunyai basecamp Persib berharap internasional.

Dan kini sudah berdiri dan terwujud bahkan sudah digunakan untuk pertandingan nasional dan internasional,  bahkan dipakai pembukaan PON oleh presiden dan penutupan oleh wakil presiden. “Jadi apa yang dikatakan Pak Dada (Rosada) benar. Bahwa tidak tahu menahu dibelakang hari ada masalah karena sudah beres dan diserahterimakan,” kata Danny.

Korupsi bersama-sama

Seperti diketahui,  Yayat Ahmad Sudrajat,  mantan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung didakwa melakukan korupsi Pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api,  Gedebage Bandung.

Menurut kuasa hukum Yayat,  Junaidi menyatakan bahwa jaksa penuntut umum dalam dakwaannya menyebutkan Yayat melakukan korupsi bersama sama.  “Dalam dakwaan dengan jelas menyebut beberapa nama mantan pejabat Pemkot Bandung yang terlibat,” kata Junaidi

Dalam dakwaan disebutkan,  bahwa Yayat saat itu sebagai pejabat teknis kegiatan di Distarcip Kota Bandung. Kemudian Yayat juga ditunjuk sebagai kuasa pengguna anggaran.

Yayat didakwa melakukan korupsi pembangunan GBLA bersama sama Juniarso Ridwan,  Rusjaf Adimenggala. Keduanya selaku Kadistarcip yang juga otomatis sebagai pengguna anggaran. Lalu Totoh Rustandi Kuasa Pengguna Anggaran  tahun 2009-2011, Forest Djieprang selaku konsultan perencana PT Penta Rekayasa,  Teuku Bagus selaku Kepala Divisi Kontruksi PT Adi Karya Hedy Herdyana.

Karena itulah Yayat didakwa pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 jo Pasal 64 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Jaksa Theo Simorangkir menjelaskan, bahwa Yayat didakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut dalam kasus korupsi tersebut yang merugikan keuangan negara Rp 103,5 miliar dari total anggaran Rp 545 miliar. (J,Lc)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *