Komisi V DPRD Jabar Tinjau Sarana dan Prasarana USB SMKN 1 Darangdan Kabupaten Purwakarta
Terasjabar.co – Pimpinan dan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Purwakarta dalam rangka meninjau sarana dan prasarana USB (Unit Sekolah Baru) SMKN 1 Darangdan Kabupaten Purwakarta, Jumat (16/02/2024).
SMKN 1 Darangdan yang berlokasi di Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta ini merupakan USB yang dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2023 yang baru diresmikan pada Desember 2023.
Bangunan tersebut dibangun ditanah atau lahan yang tidak rata/miring dibangun tanpa penguatan tembok penahan tanah (TPT) sehingga rawan mengalami longsor dan tidak mungkin akan menyebabkan bangunan retak.
Wakil Ketua Komisi V Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc. mengatakan jika tidak segera ditangani dengan cepat, dikhawatirkan longsor pada bangunan baru tersebut semakin meluas, terlebih di musim penghujan.
“Ya setelah melakukan peninjauan dilokasi ini terjadi longsor sedikit sehingga terdampak ke bangunan, kondisi longsor memang tidak begitu besar namun sangat mengkhawatirkan kalau tidak segera ditangani dan harus segera diperbaiki. Apalagi tanah tanpa ada TPT, jika diguyur hujan deras sudah pasti semakin melebar longsornya”, ucap Gus Ahad sapaan akrabnya
Lebih lanjut Gus Ahad menjelaskan pembangunan SMKN 1 Darangdan saat ini memang masih ada kekurangan-kekurangan yang belum dianggarkan. Diantaranya pagar lingkungan, kemudian ruang guru dan ruang kepala sekolah dan lain-lain juga belum teranggarkan.
“Masih banyak sarana dan prasarana yang belum dibangun tetapi yang lebih penting lagi adalah tembok penahan tanah (TPT) yang harus disegerakan karena ini sudah memasuki musim hujan ini sangat urgent harus segera di tangani”, jelas Gus Ahad.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Darangdan Ooi Rosmana membenarkan terjadinya longsor dan berdampak pada lantai depan gedung sekolah di bagian belakang mengalami retak.
Ooi mengatakan, memang dari DAK untuk pembangunan Gedung baru SMKN 1 Darangdan tidak ada alokasi anggaran untuk TPT. Dari total anggaran sebesar Rp 5,1 miliar dialokasikan untuk gedung dan mebeler.
“Adapun TPT di bagian depan itu alokasi anggarannya dari dana yang disisakan.“ ucapnya.
Kemudian Gus Ahad berharap kepada pihak-pihak terkait untuk segera memperhatikan dan memberikan bantuan perbaikan agar proses belajar mengajar bisa terlaksana dengan aman dan nyaman.
“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama untuk mencerdaskan anak bangsa, maka dari itu diperlukan sarana dan prasarana untuk menunjang proses belajar mengajar, kami komisi II berharap kepada pemerintah terkait untuk bisa memberikan dukungan secara moril maupun materil”, tutup Gus Ahad






Leave a Reply