Nasib Bangsa 30 Tahun Kedepan Jawabannya di Pundak Pemuda
Terasjabar.co – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan momen Sumpah Pemuda sebagai tonggak sejarah kebangkitan bangsa dan mengingatkan semangat perjuangan para pendiri bangsa. Oleh karenanya, Pemuda menjadi tunas bangsa yang akan memimpin bangsa dan negara di masa depan.
“Pemuda adalah calon pemimpin di masa yang akan datang. Bagaimana nasib negara 20-30 tahun yang akan datang, bagaimana nasib bangsa 20-30 tahun yang akan datang, jawabannya ada di pundak pemuda,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum usai menjadi Inspektur Upacara peringatan Sumpah Pemuda di Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon, Senin (29/10/2018).
Dikatakannya, dirinya merasa terhormat dan bangga atas undangan yang diberikan Pemerintah Kota Cirebon untuk dapat menghadiri acara peringatan Sumpah Pemuda di Kota Cirebon. Ia berharap agar peringatan Sumpah Pemuda tidak hanya diperingati secara ceremonial belaka.
“Sumpah Pemuda yang dilahirkan para pendahulunya, (bertepatan) tanggal 28 Oktober 1928 kemarin, itu harus dijadikan inti dari pada kegiatan hari ini,” ujarnya.
Pada momentum Peringatan Sumpah Pemuda, Uu mengingatkan para pemuda, bahwa sebagai tunas bangsa dan generasi penerus kepemimpinan hendaknya mempersiapkan dan membekali diri dengan keilmuan, keimanan dan keahlian.
“Kalau kita tidak memiliki keahlian, (maka) ingat ! seleksi kehidupan semakin ketat, persaingan juga semakin ketat. Kalau kita tidak tidak memiliki keahlian, (maka) akan termarginalkan dengan sendirinya,” ucapnya.
Di era globalisasi, tantangan jaman semakin meningkat. Terlebih, dalam menghadapi tantangan masyarakat ekonomi se-Asia. Seluruh masyarakat Asia dengan bebasnya keluar-masuk Indonesia untuk mengeksplorasikan produk-produk barang dan jasa.
“Maka kalau kita tidak nampu bersaing dengan mereka akan semakin termarjinalkan lagi. Maka di tangan Pemuda, nasib Indonesia 30-40 tahun yang akan datang. Di tangan Pemuda nasib bangsa dan negara,” pungkasnya.






Leave a Reply