9 Kasus Begal dalam Sepekan di Bandung, Satu Tewas: Ini Daftar Kejahatan Tersebut
Terasjabar.co – Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) atau peristiwa begal marak di Kota Bandung selama sepekan terakhir tepatnya sejak Rabu (22/8/2018) dini hari atau pada Idul Adha.
Catatan Terasjabar.co, sembilan kasus terjadi sejak pekan lalu hingga kemarin Kamis (30/8/2018).
Pertama, pada dini hari di Idul Adha, empat kasus sekaligus terjadi. Pertama, pengendara roda dua berinisial Fs (28) melintas di Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik namun tiba-tiba dipepet pelaku hingga berhenti.
Pelaku lebih dari empat orang, menganiaya Fs dengan kayu di bagian kepala kemudian membawa kabur motor korban. Kasus terjadi dini hari.
Kedua, dua penjual kambing di kawasan Antapani Kota Bandung, Irwan (26) dan Kristoforus dibegal di Jalan Jakarta saat hendak membeli nasi goreng.
Satu pelaku menodongkan senjata api dan menembakannya ke arah bawah saat korban hendak melawan. Satu korban dianiaya menggunakan senjata api saat hendak melawan. Sepeda motor korban berhasil dibawa kabur.
Ketiga, kasus begal dialami dua korban pria berinisial Amr dan Fw di Jalan Merdeka, tepat di depan Mapolrestabes Bandung.
Motor dan barang berharga korban dibawa kabur pelaku yang lebih dari dua orang.
Keempat, kasus terjadi di Jalan AH Nasution melibatkan korban berinisial Dy (29). Saat melintas kawasan Terminal Cicaheum, ia dipepet lima orang menggunakan sepeda motor. Sejumlah barang berharga diambil.
Polrestabes Bandung berhasil menangkap kelima pelaku di kawasan Ujung Berung, bersamaan dengan tiga sepeda motor yang dipakai kejahatan.
Kelima, pada Jumat (24/8/2018) dini hari, kasus serupa terjadi menimpa penumpang ojeg online bernama Nuraeni (36) warga Bojongloa Kaler dengan pengemudi ojeg online bernama Adi Ramdan (28). Ini kasus ke lima yang terjadi dalam sepekan terakhir.
Kasus keenam menimpa warga Korea Selatan berinisial M (21) yang sedang berlibur di Kota Bandung. Kasusnya terjadi di perempatan Jalan Aceh-Lombok atau kawasan Stadion Siliwangi pada Jumat (24/8/2018) sore. Saat kejadian, ia tengah berjalan kaki hendak menuju hotel tempat ia menginap di kawasan itu.
Tiba-tiba saja, pengendara roda dua, berboncengan merebut ponselnya dan melarikan diri. Kasusnya ditangani Polrestabes Bandung.
Kasus ketujuh dialami seorang ibu rumah tangga asal Jalan Karapitan Kota Bandung berinisial El (45) pada Minggu (26/8) dini hari.
Saat kejadian, korban baru saja meninggalkan Pasar Ancol dengan berjalan kaki. Tiba-tiba, pengendara roda dua mendekatinya kemudian berusaha merebut tas yang dibawanya.
El melawan mempertahankan tas berisi uang dan ponsel. Korban sempat terjatuh dan pelaku berjumlah dua orang melarikan diri.
Tidak berselang lama, kasus serupa terjadi di Jalan Lodaya. Informasi yang di himpun, aksi begal menimpa seorang pria berinisial D (40).
Dia ditodong menggunakan senjata tajam oleh dua orang berboncengan dalam satu sepeda motor. Alhasil ponsel berserta dompet korban pun berhasil dibawa pelaku. Pelaku melarikan diri.
Kasus kesembilan terjadi di Jalan Cikapayang, tepatnya di sekitar perempatan Jalan Ir H Juanda dan Surapati pada Kamis (30/8) dini hari dialami Shanda (23) dan Eva (23). Shanda meninggal pada Jumat (31/8).
Dari sembilan kasus, Polrestabes Bandung sudah mengungkap empat kasus curas dari sembilan kasus curas yang terjadi sejak Rabu (22/8).
Lebih dari 10 orang ditetapkan tersangka. Diantaranya terlibat kasus curas di Jalan Merdeka, Cicaheum, Arcamanik dan Jalan Otto Iskandardinata. Empat kasus tersebut terjadi pada Rabu (22/8).
“Dalam waktu dekat ini kami akan segera ungkap kasus yang lain,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka Jumat (31/8).
Kamis (30/8), Satreskrim Polrestabes Bandung menyita puluhan motor di sebuah bengkel di Ujungberung.
Dicurigai motor tersebut hasil kejahatan, apalagi anak pemilik bengkel sudah ditangkap karena terlibat kasus curas di Cicaheum pada Rabu (22/8/2018).





Leave a Reply