HUT ke-81 Jabar, Zulkifly Chaniago: Semangat “Jabar Tandang” Harus Terwujud dalam Kerja Nyata
Bandung, 19 Agustus 2026 — Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat menjadi momentum untuk memperkuat semangat masyarakat dalam melangkah menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Mengusung tema “Jabar Tandang”, yang bermakna semangat kesatria dan keberanian melangkah atau tandang makalangan, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi IV, Zulkifly Chaniago, menilai semangat tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Zulkifly, makna Jabar Tandang tidak hanya menggambarkan keberanian untuk menghadapi tantangan, tetapi juga mencerminkan karakter masyarakat Jawa Barat yang berpegang pada nilai pengkuh agamana, luhung elmuna, jembar budayana. Nilai tersebut dinilai relevan untuk menjadi landasan dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Jabar Tandang mengandung semangat untuk berani melangkah dan menghadapi tantangan. Tetapi keberanian itu harus dibarengi dengan ilmu, moral, budaya, dan kepedulian terhadap masyarakat. Itulah yang harus kita terjemahkan dalam pembangunan Jawa Barat,” ujar Zulkifly.
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat yang berkaitan dengan pembangunan dan infrastruktur, Zulkifly menilai keberanian melangkah harus tercermin dari kemampuan Jawa Barat menghadirkan pembangunan yang berkualitas dan merata. Pembangunan infrastruktur, menurutnya, harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya mengejar aspek fisik, tetapi harus memiliki orientasi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Infrastruktur yang dibangun harus mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses ekonomi, meningkatkan pelayanan publik, serta mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Menurut Zulkifly, nilai luhung elmuna juga dapat dimaknai sebagai dorongan agar pembangunan Jawa Barat dilakukan berdasarkan perencanaan, data, inovasi, dan kemampuan sumber daya manusia. Sementara nilai jembar budayana menjadi pengingat agar pembangunan tetap menghormati identitas, kearifan lokal, serta keberagaman budaya yang menjadi kekuatan Jawa Barat.
Ia juga menilai pembangunan harus dilaksanakan dengan integritas dan tanggung jawab. Anggaran daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan harus dikelola secara transparan, efektif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dalam hal ini, DPRD memiliki peran penting melalui fungsi pengawasan dan penganggaran.
“Keberanian membangun harus dibarengi dengan keberanian untuk bertanggung jawab. Kita ingin pembangunan Jawa Barat bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas, tepat sasaran, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Zulkifly berharap momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Barat dapat menjadi energi baru bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama menghadapi berbagai tantangan ke depan. Menurutnya, semangat Jabar Tandang harus menjadi karakter dalam setiap langkah pembangunan, dengan tetap menjunjung nilai agama, ilmu pengetahuan, budaya, serta kepentingan masyarakat.
“Mari kita jadikan Jabar Tandang bukan hanya sebagai tema Hari Jadi, tetapi sebagai semangat untuk berani melangkah, bekerja, dan memberikan yang terbaik bagi Jawa Barat,” pungkas Zulkifly.





Leave a Reply