Meneladani Strategi Hijrah Rasulullah, Anton Minardi Ajak Umat Bangun Kembali Peradaban Islam
Terasjabar.co – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk kembali meneladani strategi hijrah Rasulullah Muhammad SAW dalam membangun peradaban yang maju, adil, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Hal tersebut disampaikan oleh Abdurrahman Anton Minardi dalam refleksi bertajuk “Meneladani Strategi Hijrah Rasulullah Menuju Peradaban Islam.”
Menurut Anton Minardi, hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Yatsrib yang kemudian dikenal sebagai Madinah Al-Munawwarah merupakan salah satu strategi paling penting dalam sejarah perkembangan Islam. Peristiwa tersebut tidak hanya menandai perpindahan tempat, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya sebuah masyarakat yang tertata, berkeadaban, dan disinari oleh nilai-nilai Islam.
Dalam refleksinya, Anton menjelaskan bahwa hijrah merupakan upaya transformasi dari kondisi masyarakat yang dipenuhi kemusyrikan, kekufuran, ketidakadilan, fitnah, korupsi, ketimpangan sosial, dan berbagai bentuk penindasan menuju kehidupan yang berlandaskan syariat Islam.
“Hijrah adalah proses perubahan menuju tatanan yang lebih baik. Rasulullah SAW menunjukkan bahwa peradaban besar tidak lahir dari sikap pasif, tetapi dari keberanian melakukan transformasi sosial yang mendasar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anton menilai keberhasilan dakwah Rasulullah di Madinah ditopang oleh kemampuan beliau membangun basis dakwah yang kuat. Kota Madinah menjadi pusat konsolidasi internal umat Islam sekaligus tempat kaderisasi para pejuang Islam yang dilakukan secara terbuka dan terorganisasi.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan umat. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan masyarakat, pelayanan sosial, kesehatan, pertahanan, hingga pusat pemerintahan.
“Masjid pada masa Rasulullah merupakan institusi strategis yang mengintegrasikan pembangunan spiritual, sosial, dan politik umat,” jelasnya.
Di bidang ekonomi, Rasulullah SAW membangun Pasar Madinah sebagai pusat aktivitas perdagangan umat Islam. Kebijakan tersebut bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Anton menegaskan bahwa Rasulullah sangat mendorong umat Islam untuk aktif dalam kegiatan bisnis dan perdagangan sebagai salah satu jalan meraih keberkahan rezeki.
Tidak hanya itu, Rasulullah juga membangun fondasi kehidupan bersama melalui Piagam Madinah atau Shohifah Madinah. Dokumen bersejarah tersebut menjadi kesepakatan sosial-politik yang mempersatukan kaum Muhajirin, Anshar, dan berbagai komunitas non-Muslim yang hidup di Madinah.
Menurut Anton, Piagam Madinah menunjukkan bagaimana Islam mampu menghadirkan tata kelola masyarakat yang menjamin pelaksanaan hukum, menjaga persatuan, serta memberikan ruang toleransi bagi seluruh warga selama berpegang pada komitmen dan kesepakatan bersama.
Anton Minardi menilai bahwa pelajaran besar dari peristiwa hijrah sering kali terlupakan oleh umat Islam saat ini. Akibatnya, berbagai potensi yang dimiliki umat belum sepenuhnya mampu diwujudkan menjadi kekuatan peradaban yang berpengaruh.
“Hijrah memberikan modal historis sekaligus pelajaran yang sangat realistis bagi umat Islam. Semangat perubahan, persatuan, pembangunan institusi, penguatan ekonomi, dan penegakan keadilan merupakan fondasi yang harus terus dihidupkan,” katanya.
Menutup refleksinya, Anton mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriyah sebagai momentum kebangkitan dan pembaruan diri. Ia berharap semangat hijrah tidak hanya dipahami sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai inspirasi untuk membangun kembali kejayaan Islam dan kaum Muslimin di berbagai bidang kehidupan.
“Mari kita hidupkan kembali semangat hijrah untuk kejayaan Islam dan kaum Muslimin,” pungkasnya.
Allahu Akbar. Barakallahu li wa lakum. Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah. Semoga semangat hijrah senantiasa menjadi energi perubahan menuju masyarakat yang lebih beradab, sejahtera, dan diridhai Allah SWT.






Leave a Reply