Seminar Parenting Al Bahrum Garut Tekankan Peran Orang Tua dalam Mewujudkan Generasi Qur’ani Berprestasi
Terasjabar.co – Upaya membentuk generasi Qur’ani yang beradab dan berprestasi terus dilakukan oleh Tahfizhul Qur’an Al Bahrum melalui penyelenggaraan kegiatan Silaturahim dan Seminar Parenting bagi wali santri. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Jami’ Al Bahrum, Kampung Ikar, Desa Pasirwaru, Kecamatan Blubur Limbangan, Kabupaten Garut, Minggu (12/4/2026).
Ketua DKM Al Bahrum, KH A. Syafei, dalam sambutannya menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memfasilitasi proses pendidikan santri dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Ia juga menyampaikan bahwa pembinaan santri dilakukan secara langsung oleh pengasuh Tahfizhul Qur’an Al Bahrum, Ustadz Asep Syaripudin (Kang UAS) bersama Ummu Fakih, di tengah kesibukan mereka mengisi berbagai majelis taklim di wilayah Bandung, Bogor, dan Jakarta.
Acara yang dipandu oleh Ustadzah Nisa ini diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Shafa Maulida Ashfiya, dilanjutkan sari tilawah oleh Yuni Saputri, serta tasmi’ Surat Al-Buruj oleh santri Reva.

Dalam sambutannya, Kang UAS menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya para wali santri yang hadir. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi bukti keseriusan orang tua dalam mendukung pendidikan agama anak-anaknya.
“Kami berharap adanya sinergi antara lembaga dan orang tua. Tanpa dukungan wali santri, program ini tidak akan berjalan optimal. Kami juga berkomitmen membantu santri tanpa memungut biaya, bahkan menyediakan Al-Qur’an dan alat tulis secara gratis,” ujarnya.
Ia menambahkan, target utama program ini adalah mencetak santri yang mampu menghafal 30 juz Al-Qur’an sebelum lulus sekolah lanjutan atas (SLA). Selain itu, ia berharap para santri dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama seperti ITB, IPB, UNPAD, UI, bahkan hingga ke Timur Tengah, khususnya Mesir, melalui jalur beasiswa bagi para penghafal Al-Qur’an.

Sementara itu, Ummu Fakih dalam sesi seminar parenting menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Mengawali materinya dengan kutipan QS. An-Nisa ayat 9, ia mengajak para orang tua untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik secara iman, ilmu, maupun akhlak.
Ia memaparkan sejumlah metode pendidikan anak berdasarkan teladan Nabi Muhammad SAW, di antaranya memberikan contoh yang baik, bersikap adil, memenuhi hak anak, serta membangun komunikasi yang sesuai dengan usia dan kapasitas anak. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pendekatan emosional seperti menemani anak, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menciptakan suasana penuh keceriaan dalam keluarga.
Dalam aspek kesehatan, Ummu Fakih mengingatkan pentingnya menjaga konsumsi makanan halal dan thayyib sebagai fondasi tumbuh kembang anak. Ia juga menekankan pentingnya pola hidup sehat, termasuk menjaga kebersihan, olahraga, serta mengelola stres dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Pendidikan anak harus menyentuh aspek aqliyah (intelektual) dan nafsiyah (spiritual). Anak perlu dibekali ilmu, keterampilan, serta kesadaran sebagai hamba Allah agar mampu menjadi pribadi yang kuat dan problem solver,” jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH A. Syafei. Melalui kegiatan ini, pihak penyelenggara berharap terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara orang tua dan tenaga pendidik dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berakhlak, dan berprestasi.






Leave a Reply