Jejak Iran dalam Buku Melejitkan DNA Membaca: Mengenal Jatidiri dengan Membaca Biografi
Oleh:
Nunu A. Hamijaya
(Pusat Studi Sunda-PSS Bandung)
Terasjabar.co – Sejak pecahnya perang Iran-Israel dan AS, Sabtu (28/2/2026) publik dunia banyak mengungkapkan ‘undercover’ tentang Iran dan tokoh-tokohnya, terutama figur Imam Khoemini: Bapak Revolusi Islam Iran dan Imam Ali Khamenei: Bapak Syahid Iran Abad XXI saat serangan pertama AS tersebut.
Tak sengaja, aku membuka-buka buku karya kami, judulnya Quick Reading: Melejitkan DNA Membaca (2008). Mataku tertahan pada 18-22. Tertulis disana Lembaran Kerja 2: Membaca Esai Biografi Singkat . Contoh esainya berjudul “Peta Hidup Imam Khomein dan Perjuangannya”, oleh Idea Suciati. Penulis esai itu adalah anak kami yang menulisnya di tahun 2007.
Akhirnya, aku menging-ngat kembali peristiwa Revolusi Iran ’79 dan menghubungkannya dengan peristiwa saat ini. Tahun 79, saat Revolusi Islam Iran pecah, saya kelas 6 SDN di Cianjur. Tak sedikitpun mengetahui ya. Baru, di SMA tahun 84-85, sengaja mengirim permohonan ke Kedubes Iran di Jakarta sehinga dikirimi Majalah Al Quds. Lebih seriusnya setelah kuliah (IKIP Bdg) 1986 seiring dengan kondisi politik Orde Baru yang memusuhi Islam dengan kebijakan Asas Tunggal (Astung) Pancasila, berkenalan lebih intensif dengan pemikiran Islam Iran lewat diskusi di PII dan Aktivis LDK (Lembaga Dakwah Kampus).
Istriku, yang lebih dahulu merasakan atmosfer Revolusi Islam Iran saat di Kota Tasikmalaya, sejak aktifnya di PII ’82 sehingga lebih merasakan ada tekanan politik yang menghubungkan antara Revolusi Islam Iran dengan larangan berkerudung (jilbab) di sekolah-sekolah negeri saat itu. Saat tahun 82-84 itu, istriku sudah banyak mengoleksi photo Imam Khomeini dan memperoleh majalah dari Kedubesan Iran di Jakarta. Terlebih ditahun 84, kuliah juga di IKIP Bandung.
Selama hidup di Bandung, pemikiran Syiah Iran banyak berkembang bahkan menimbulkan pro dan kontra antara tokoh-tokoh islam yang diklaim Syi’ah. Salah satu tokoh utamanya adalah Ustad KH. Jalaludin Rakhmat, dosen FIKOM UNPAD. Berdiri pula ormas IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) di Bandung (2000). Sementara itu, KH. Athian Ali M. Dai mendirikan Aliansi Nasional Anti-Syiah (ANNAS) di Bandung (2014). Bersyukur tidak sampai menimbulkan konflik fisik dan korban jiwa, seperti halnya di Sampang Madura (2012).
Tahun 2008, kami bertiga menulis buku. Baru ngeh, saat ini ada bagian tulisan yang menyangkut dengan Iran, yaitu Biografi Imam Khomeini dalam pandangan anakku saat itu. Menulis esai tentabg Biografi Imam Khomeini dalam usianya sangat muda 19 tahun (1989-2008). Saat ini, kami sudah usia kepala 60,dan anakku 33 tahun.
Pentingnya Membaca Biografi
Kami belum banyak menulis buku biografi, setidaknya baru tiga judul. Pertama, biografi H. Uu Ruzhanul Ulum: Bupati Tasikmalaya Cucunya KH Choer Affandi Bupati DI/NII. Kedua, KHR Muhammad Nuh bin Idris (Pendiri Al I’anah Cianjur), dan H. Tamsil Linrung (Senator Sulsel Waki Ketua DPD RI).
Namun, membaca biografi lebih penting lagi. Dengan membaca biografi akan memberikan akses langsung ke pengalaman hidup, perjuangan, dan pola pikir orang-orang sukses atau berpengaruh yang dapat menjadi pelajaran berharga.
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa membaca biografi itu penting:
- Mendapatkan Inspirasi dan Motivasi: Kisah perjalanan hidup tokoh, terutama saat mereka menghadapi dan mengatasi kegagalan, dapat memberikan dorongan moral bagi pembaca untuk tetap gigih mengejar tujuan mereka.
- Belajar dari Pengalaman Nyata: Biografi memungkinkan belajar dari kesalahan dan kesuksesan orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri secara langsung, yang sering kali disebut sebagai “guru terbaik”.
- Memahami Nilai-Nilai Kehidupan: Teks biografi sering kali memuat nilai-nilai seperti integritas, ketekunan, kasih sayang, dan kejujuran yang diterapkan tokoh dalam kesehariannya.
- Memperluas Wawasan dan Perspektif: Anda dapat memahami latar belakang sejarah, kondisi sosial-politik pada masa tertentu, dan bagaimana tokoh tersebut merespons tantangan zaman melalui riwayat hidupnya.
- Mengenal Sisi Humanis Tokoh: Biografi mengungkap sisi manusiawi dari tokoh terkenal, menunjukkan bahwa mereka juga memiliki kelemahan dan tantangan pribadi, sehingga membuat kesuksesan mereka terasa lebih relevan dan dapat dicapai.
- Menemukan Strategi Sukses: Banyak biografi menguraikan langkah-langkah konkret atau strategi pemikiran yang digunakan tokoh untuk mencapai posisi mereka, yang bisa diadaptasi dalam kehidupan pribadi maupun profesional






Leave a Reply