NGAJI JURNAL THE SERIES 6: Irwandi Kupas Tuntas Teknik Menyusun Bagian Akhir Artikel Ilmiah yang Meyakinkan Reviewer
Terasjabar.co – Lembaga Pendampingan dan Konsultasi Publikasi Ilmiah GoAcademica kembali sukses menyelenggarakan Ngaji Jurnal The Series untuk pertemuan ke-6 pada Rabu (11/6/2025) malam secara daring melalui Zoom Meeting, dimulai pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.
Mengangkat tema “Akhiri dengan Kuat! Teknik Menyusun Kesimpulan, Acknowledgement, dan Referensi Artikel yang Meyakinkan Reviewer,” kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan dosen, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti muda dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam pelatihan ini, Irwandi yang merupakan Dosen FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Reviewer Jurnal Q1 sekaligus CTO GoAcademica CRP, tampil sebagai narasumber utama.
Irwandi menggarisbawahi bahwa bagian akhir dari artikel ilmiah seringkali menjadi bagian yang diremehkan penulis, padahal justru memiliki daya tawar strategis untuk “mengunci” kesan positif dari reviewer.
Menurutnya, kesimpulan bukan sekadar ringkasan hasil penelitian, melainkan pernyataan penutup yang harus menegaskan kembali temuan utama dalam satu atau dua kalimat padat, menjelaskan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan atau kebijakan, dan memberikan implikasi praktis dan/atau arah penelitian lanjutan secara singkat dan realistis.
“Jangan sampai kesimpulan hanya mengulang isi hasil penelitian. Reviewer ingin melihat bahwa Anda tahu posisi temuan Anda dalam konteks keilmuan dan aplikasinya di dunia nyata,” ujar Irwandi.

Pada bagian acknowledgement, Irwandi menjelaskan bahwa ini adalah ruang untuk menunjukkan integritas dan etika akademik. Penulis sebaiknya menyebut pihak pendukung pendanaan (dengan menyebut nama lembaga dan nomor kontrak jika ada), kolega atau institusi yang memberi kontribusi ilmiah, teknis, atau administratif signifikan, dan reviewer internal, editor, atau tokoh akademik yang memberikan masukan penting saat proses penulisan.
“Acknowledgement bukan basa-basi. Ini adalah jejak kolaborasi ilmiah Anda, yang akan dibaca juga oleh komunitas akademik global,” jelas Irwandi.
Sementara itu, Irwandi juga menekankan pentingnya penyusunan daftar pustaka yang sesuai gaya sitasi jurnal target. Ia menyarankan penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote untuk menjamin konsistensi format sitasi (APA, IEEE, Chicago, MLA, dan lain-lain), mempermudah integrasi kutipan dalam teks, dan mempercepat proses revisi apabila artikel ditolak dan harus dikirim ke jurnal lain.
Irwandi juga mengingatkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber mutakhir dari jurnal bereputasi, serta menghindari kutipan dari blog, Wikipedia, atau publikasi yang tidak melalui proses peer-review.
“Kesalahan fatal seperti typo dalam nama penulis, tahun publikasi yang salah, atau URL yang mati bisa membuat reviewer mempertanyakan kualitas akademik kita. Referensi juga harus ditulis dalam bahasa aslinya, dan tidak perlu di translate sekalipun kita bertujuan submit ke jurnal internasional” tegasnya.
Sesi akhir ini ditutup dengan berbagai pertanyaan dan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Ngaji Jurnal The Series, yang dirancang untuk membantu penulis Indonesia menembus jurnal bereputasi secara sistematis, dari tahap ide hingga submit.
Rangkaian ini akan mencapai puncaknya pada Seri 7 mendatang yang akan fokus pada strategi submit artikel ke jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi.






Leave a Reply