Run for Humanity 2026 Dibuka di Bandung, Target 3.000 Pelari dengan Format Race Kompetitif

Terasjabar.co – Ajang lari Run for Humanity (RFH) 2026 kembali digelar di Kota Bandung. Event olahraga yang mengusung misi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung Minggu (19/4/2026) dengan titik start dan finish di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana. RFH 2026 menargetkan partisipasi sekitar 3.000 pelari dari berbagai daerah.

Race Director RFH, Eka Enani Putra mengatakan Bandung kembali dipilih sebagai kota pembuka rangkaian RFH tahun 2026. Selain dikenal sebagai kota dengan komunitas lari yang aktif, antusiasme peserta pada penyelenggaraan sebelumnya juga dinilai sangat tinggi.

Eka menjelaskan lomba akan mempertandingkan dua kategori jarak, 5 kilometer dan 10 kilometer yang terbuka untuk umum. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih berkonsep fun run, RFH 2026 di Bandung akan menggunakan format race kompetitif dengan podium pemenang.

“Kalau tahun lalu sebagian besar konsepnya fun run, tahun 2026 kami mulai meningkatkan kualitas event dengan sistem lomba resmi. Ada pencatatan waktu menggunakan timing system sehingga para pelari bisa mengetahui catatan waktunya secara akurat,” ujar Eka usai konferensi pers di kawasan Jalan Cipaganti, Kota Bandung, Sabtu (7/3/2026).

Eka mengungkapkan rute lomba tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Start dimulai dari area pintu keluar Balai Kota Bandung, kemudian pelari bergerak menuju kawasan gereja di sekitar Wastukancana, berbelok ke arah Polrestabes Bandung, lalu melanjutkan jalur menuju kawasan Dago sebelum kembali ke titik akhir.

Atlet lari nasional, Agus Prayogo (tengah) berfoto bersama Founder Run for Humanity, Dimas Seto (kanan) dan Race Director RFH, Eka Enani Putra (kiri) usai konferensi pers Run for Humanity (RFH) 2026 di Kota Bandung, Sabtu (7/3). Ajang lari bertema kemanusiaan RFH akan digelar 19 April 2026 dengan start dan finis di Balai Kota Bandung, menghadirkan kategori 5K dan 10K.(Diwan Sapta Nurmawan/Radar Bandung)

Menurutnya, sekitar 70 persen jalur lomba masih menggunakan rute yang sama seperti edisi sebelumnya. Perubahan utama hanya pada posisi start dan finish yang kini dipusatkan di Balai Kota Bandung agar lebih representatif bagi peserta.

Eka optimistis jumlah peserta tahun 2026 akan meningkat. Pada penyelenggaraan sebelumnya di Bandung, jumlah pelari mencapai 2.800 orang, melampaui target awal yang dipatok 2.500 peserta.

“Tahun ini kami targetkan minimal 3.000 peserta. Melihat kapasitas Balai Kota Bandung yang cukup luas, sebenarnya masih memungkinkan jika jumlahnya bisa lebih dari itu,” kata Eka.

Selain diikuti pelari komunitas, Eka mengatakan ajang RFH juga berpeluang diikuti atlet nasional. Salah satu pelari yang dipastikan hadir, Agus Prayogo, atlet maraton nasional yang selama ini dikenal aktif mendukung kegiatan lari di berbagai daerah.

Agus Prayogo mengaku telah terlibat dalam kegiatan RFH sejak awal penyelenggaraan. Ia menilai konsep olahraga yang digabungkan dengan misi sosial menjadi daya tarik tersendiri bagi pelari.

“Event ini berbeda karena selain olahraga, ada kontribusi nyata untuk pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Saya rasa banyak orang tertarik ikut karena ada nilai sosialnya,” ujar Agus.

Agus mengatakan kehadiran event lari seperti RFH juga memberi ruang kompetisi bagi atlet. Dulu atlet sering mencari kesempatan bertanding melalui lomba jalan raya karena jadwal kompetisi resmi masih terbatas.

“Sekarang event lari semakin banyak. Dalam setahun bisa ada beberapa seri seperti RFH. Ini tentu membantu meningkatkan prestasi olahraga atletik di berbagai kota,” katanya.

Sementara itu, Founder RFH, Dimas Seto menjelaskan Run for Humanity tidak hanya sekadar kegiatan olahraga. Event RFH membawa misi sosial yang berfokus pada kemanusiaan, pendidikan, dan kesehatan.

Dimas menyebut sebagian hasil dari penyelenggaraan RFH akan disalurkan untuk berbagai program sosial, termasuk bantuan kemanusiaan serta dukungan bagi pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Semangatnya sederhana. Lari bukan hanya untuk sehat, tapi juga menjadi cara untuk berbagi. Ketika kita sehat, kita juga bisa memiliki energi untuk peduli pada sesama,” ujar Dimas.

Dimas menambahkan program sosial yang didukung RFH di antaranya bantuan kemanusiaan internasional, dukungan pendidikan nasional, serta pembinaan atlet muda melalui berbagai komunitas olahraga.

Dimas mengungkapkan di Kota Bandung sendiri, RFH juga berencana memberikan dukungan bagi anak-anak terlantar serta program sosial yang berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Bandung dipilih sebagai kota pembuka karena dinilai memiliki komunitas lari yang solid dan budaya olahraga yang kuat. Bahkan, menurut Dimas, hampir setiap pekan terdapat event lari yang digelar di Kota Bandung.

“Bandung itu salah satu kota paling aktif dalam olahraga lari. Komunitasnya guyub, masyarakatnya juga sangat terbuka terhadap kegiatan seperti ini,” ucapnya.

Selain Bandung, Race Director RFH, Eka Enani Putra merencanakan RFH 2026 akan digelar di empat kota sepanjang tahun. Setelah Bandung, salah satu kota yang kemungkinan menjadi tuan rumah berikutnya adalah Solo, sementara dua kota lainnya masih dalam tahap penjajakan.

Eka Enani Putra menambahkan melalui konsep kompetisi baru dan target peserta yang lebih besar, Run for Humanity 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga gerakan sosial yang mampu menggerakkan kepedulian masyarakat secara lebih luas.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + 15 =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization