Islam Menjaga Potensi Pemuda
Oleh:
Tawati
(Pemerhati Remaja, Majalengka)
Terasjabar.co – Bhabinkamtibmas Polsek Jatiwangi Bripka Nanang Permana melaksanakan Shalat Magrib Berjamaah di Mushola Nurul Falah Desa Sutawangi Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka, pada Minggu (04/06/2023) malam.
“Bhabinkamtibmas sebagai figur Polri di lapangan adalah merupakan sosok tauladan terutama bagi para remaja juga generasi milenial yang saat ini mereka cenderung enggan untuk shalat berjamaah di masjid, meskipun tidak sedikit pula generasi milenial yang hatinya terpaut dengan masjid” ujar Kapolsek. (humas.polri.go.id)
Pemuda di era sekarang berada dalam jeratan sistem kapitalisme sekuler. Fakta remaja hari ini begitu memprihatinkan. Mereka terlibat pergaulan bebas, narkoba, hura-hura, tawuran, bahkan menjadi pelaku kriminalitas. Potensi pemuda yang demikian besar hari ini hanya diarahkan untuk menjadi sosok yang menjadi budak dunia dan minim akan visi akhirat.
Negara mempunyai peran di dalam menyiapkan pemuda agar menjadi calon pemimpin bangsa, bukan malah membuat kebijakan yang menyeret para pemuda untuk menjadi objek industrialisasi para kapitalis besar. Negara hendaknya tidak menjauhkan pemuda dari agamanya. Tidak mencurigai pemuda-pemuda rohis sebagai teroris. Karena mereka adalah calon pemimpin masa depan.
Islam memberikan perhatian yang besar terhadap pemuda. Islam memerintahkan hal-hal yang mendatangkan kebaikan bagi seorang pemuda muslim sekaligus menjelaskan keutamaan besar bagi seorang pemuda yang memiliki sifat yang disebutkan dalam hadis, agar senantiasa dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Taala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah.” (HR Ahmad dan Ath-Thabrani)
Artinya pemuda yang tidak memperturutkan hawa nafsunya, dengan dia membiasakan dirinya melakukan kebaikan dan berusaha keras menjauhi keburukan (Faidhul Qadiir Syarah Al-Jami’ Ash-Shagir)
Inilah gambaran pemuda muslim sejati. Pemuda taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mencintai Allah dan Rasul-Nya. Pemuda yang berkepribadian Islam. Pemuda yang menjadikan Islam satu-satunya sebagai way of life, bukan sekularisme dan kebebasan yang memuja hawa nafsu. Hal ini tecermin dalam pemikiran dan tingkah laku mereka dalam berbuat.
Maka pemuda muslim akan lebih disibukkan dengan hadir dalam majelis ilmu, mengkaji ilmu agama, termasuk juga dalam memperhatikan adab. Pemudalah yang meramaikan masjid. Pemuda muslim juga terdepan menyampaikan syiar-syiar Islam. Bahkan jika ada panggilan jihad, para pemudalah yang paling terdepan.
Dalam sejarah peradaban Islam, tentu kita mengenal sosok-sosok muda yang hebat. Seperti Ali bin Abi Thalib, Mush’ab bin Umair, Usamah bin Zaid, Muhammad Al-Fatih, dan sebagainya. Dalam usia mereka yang masih belia, karena cintanya kepada Nabi, Ali bin Abi Thalib berani menggantikan posisi Nabi yang akan dibunuh oleh orang-orang Quraisy.
Begitu pun Mush’ab bin Umair yang rela meninggalkan kemewahan duniawi demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya, bahkan Mush’ab adalah duta dakwah pertama yang diutus ke Madinah.
Pemuda berikutnya adalah Usamah bin Zaid di usianya yang menginjak 18 tahun telah memimpin pasukan Islam melawan Romawi Timur. Demikian pula sosok Al-Fatih yang tidak diragukan lagi kegemilangannya, telah terukir dalam sejarah penaklukan Konstantinopel. Dan masih banyak lagi kisah para pemuda hebat muslim lainnya.
Pemuda tangguh hanya bisa dilahirkan dalam peradaban Islam, karena negara menjalankan perannya untuk menjaga pemuda. Negara menjalankan sistem pendidikan Islam yang berbasis akidah sehingga lahir output yang berkepribadian Islam. Begitupun dengan sistem pergaulan Islam akan menjaga interaksi pemuda-pemudi.
Pada era digital, negara melaksanakan perannya untuk menutup pornografi. Negara juga menerapkan sistem ekonomi Islam sehingga akan mampu menjamin kesejahteraan keluarga. Para ibu pun bisa dengan fokus mendidik anak-anaknya dengan baik.
Begitu pun masyarakat, saling menjaga pemuda yaitu dengan selalu amar makruf nahi mungkar. Oleh karena itu, hanya dalam sistem Islam, para pemuda akan terjaga potensi besar mereka sehingga memberi sumbangan besar bagi peradaban Islam.
Wallahu a’lam bishshawab.






Leave a Reply