Kasus Corona di Jabar Tembus Seribu Per Hari Selama Sepekan

Terasjabar.co – Satgas COVID-19 Nasional melaporkan penambahan 7.445 kasus COVID-19 pada Selasa (5/1/2021). Kasus paling tinggi tercatat di DKI Jakarta dengan penambahan 1.824 kasus kemudian disusul Jawa Barat (Jabar) sebanyak 1.100 kasus.

Khusus untuk Jabar, penambahan kasus infeksi virus Corona di atas angka seribu sedianya bukan terjadi yang pertama kalinya. Laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) mencatat, penambahan kasus COVID-19 di atas angka seribu terus terjadi dalam sepekan terakhir.

Dalam sepekan ini, penambahan kasus COVID-19 terbanyak terjadi pada 1 Januari 2021 dengan 1.504 tambahan kasus. Bila dirata-ratakan penambahan kasus di Jabar berkisar di angka 1.200-an kasus dalam tujuh hari terakhir.

Meski demikian, penambahan di atas seribu ini mulai terlaporkan memasuki Desember 2020. Laman Pikobar pertama kalinya mencantumkan angka 1.648 kasus baru pada 3 Desember. Setelah itu rata-rata penambahan kasus yang dilaporkan kerap melebihi angka seribu.

Memasuki pekan ketiga Desember, angka kasus positif COVID-19 di Jabar kembali menurun di bawah seribu, sampai pada 29 Desember tambahan kasus COVID-19 di Jabar kembali menembus seribu kasus yakni 1.329 kasus.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaporkan ada lima daerah yang masuk ke dalam zona risiko tinggi penularan COVID-19 atau zona merah. Lima daerah itu yakni Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, dan Kota Bekasi.

Kang Emil -sapaan Ridwan- mengatakan, pihaknya menetapkan siaga satu di Depok dan Karawang. Pasalnya, kedua daerah itu masuk ke dalam zona merah dalam satu bulan penuh. Ia pun meminta kolaborasi dari Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya untuk penanganan pandemi di dua wilayah tersebut.

“Yang menjadi catatan kami, kami siaga 1 di dua daerah yaitu Depok dan Karawang. Karena Depok dan Karawang sudah 4 minggu zona merah, terus dalam catatan kami, yang lain naik turun hilang berganti, tapi dari awal Desember sampai awal Januari Depok masih zona merah dan Karawang masih zona merah,” ujar Kang Emil usai rapat koordinasi KPEPCD Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (5/1/2021).

“Jadi saya sudah arahkan Polda Metro dan Kodam Jaya untuk membantu memaksimalkan penanganan di Depok, dan Kodam III Siliwangi dan Polda Jabar kita segera menuju ke Karawang, karena keterisian ruang isolasi juga sudah darurat. Di Karawang, keterisiannya 110 persen, ini mungkin rekor terburuk yang pernah kita ada, jadi sehingga harus kita lakukan upaya-upaya luar biasa,” katanya menambahkan.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kang Emil menjelaskan soal ledakan angka kasus positif COVID-19 yang dilaporkan pemerintah itu tidak terjadi dalam tempo satu hari. Tetapi merupakan akumulasi data dari kasus lama yang baru terlaporkan di tingkat pusat.

“Memang ada isu-isu ya, seperti kemarin Jawa Barat 1.600-an kasus, padahal itu 1.000 kasusnya adalah kasus lama yang baru diumumkan kemarin, jadi bukan ledakan di satu hari. Hal-hal itu masih mengemuka dan terus minta kita sempurnakan pada pemerintah pusat,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (4/12/2020).

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, pun mengakui masalah pelaporan data ini tak hanya dialami Jabar, tetapi Jawa Tengah pun mengalami nasib yang serupa. Terkadang data yang ditampilkan oleh pusat, provinsi dan daerah berbeda-beda, baik dari penambahan kasus baru hingga jumlah pasien aktif yang dirawat atau menjalani isolasi.

“Semua masalah data tidak hanya di Jabar, Jateng sama. Jadi menginput data positif itu harus dua kali, waktu daftar di-swab satu (kali), prosedur seharusnya kan tinggal otomatisasi positif/negatif, tapi di sistem all new record mewajibkan kita mengetik lagi, proses yang kedua ini tidak selalu otomatis. Saya saksikan di Depok, diunggah 100 mental, ada juga yang dilaporkan 100 lancar, tapi besoknya tidak diumumkan 100,” ujar Kang Emil.

“Poinnya kami mengetahui permasalahan itu. Hanya kan harus dua arah makanya kami tadi statement saya, satu hal kalau diminta apa yang menjadi aspirasi daerah, pengumuman data, input data, itu mudah-mudahan pemerintah pusat bisa menyempurnakan sistem server di all new records, saya kira itu,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *