Ridwan Kamil Berharap Birokrasi 3.0 Bisa Jadikan Jabar Provinsi Termaju

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, terdapat tiga ciri negara maju, yakni adanya kekuatan infrastruktur, kekuatan pendidikan atau Sumber Daya Manusia (SDM), dan Reformasi Birokrasi.

Ciri yang terakhir disebut, sudah diterapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar lewat mereformasi Birokrasi 2.0 menjadi Birokrasi 3.0.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– menjelaskan, Birokrasi 3.0 alias dynamic government yang kolaboratif memungkinkan pekerjaan pemerintahan tidak hanya dilakukan oleh ASN (Aparatur Sipil Negara), melainkan juga oleh siapa saja yang kompeten dan mau berkontribusi.

Kolaborasi pun dilakukan dengan pendekatan Pentahelix ABCGM, yakni melibatkan akademisi (Academic), bisnis/swasta (Business), komunitas/masyarakat (Community), pemerintahan (Government), dan media (Media).

“Dari sisi reformasi birokrasi di Jabar, tentunya kita terus berinisiatif. Salah satu yang kami lakukan adalah mengubah mindset (pola pikir) dengan Birokrasi 3.0. Tidak usah lagi memikirkan (yang mengerjakan) itu ASN atau bukan, selama dia mau berkontribusi, kami tampung,” kata Kang Emil saat menjadi narasumber Dialog Online Tempo “Indonesia Outlook 2021: Mewujudkan Indonesia Maju 2021” secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (7/12/2020).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi narasumber Dialog Online Tempo “Indonesia Outlook 2021: Mewujudkan Indonesia Maju 2021” secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (7/12/2020). (Foto: Pipin/Humas Jabar)

Pemerintahan yang dinamis ini, juga menjadi alasan Kang Emil dalam merekrut SDM milenial andal untuk melakukan pekerjaan sektor teknologi informasi di lingkungan Pemda Provinsi Jabar. Inovasi dibutuhkan untuk memudahkan pelayanan masyarakat dan mempercepat pembangunan.

“Itulah kenapa saya merekrut ratusan milenial Jabar untuk menjadi tim Jabar Digital Service yang mengerjakan yang sifatnya teknologi informasi dan aplikasi, ada yang saya rekrut di unit kerja Jabar Saber Hoax (yaitu) yang jago IT untuk meneliti berita bohong, ada juga di Jabar Quick Response (yang bekerja) untuk kemanusiaan,” tutur Kang Emil.

“Artinya, mindset sudah berubah bahwa Pentahelix ABCGM adalah tulang punggung birokrasi,” tegasnya.

Selain itu, Birokrasi 3.0 yang diterapkan oleh Pemda Provinsi Jabar juga memaksa pekerjaan dilakukan secara digital, termasuk di tengah pandemi global COVID-19 saat ini. Kang Emil mencontohkan, pekerjaan dengan digital dapat menghemat anggaran hampir Rp1 triliun dibandingkan secara manual.

Digitalisasi pekerjaan, lanjut Kang Emil, juga bisa menghemat 600 jenis pekerjaan yang bisa diganti oleh mesin. “Sisanya ASN ini kita geser ke pekerjaan yang dinamis,” ujarnya.

Perubahan pola pikir kolaboratif dan teknologis inilah yang mengantarkan Jabar menyegel opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut serta pertama kalinya menorehkan WTP untuk 27 kabupaten/kota se-Jabar di laporan keuangan Tahun Anggaran 2019.

“Inovasi Desa Digital juga meraih penghargaan internasional. Itulah semangat agar Reformasi Birokrasi ini bisa menjadi ciri Jabar sebagai provinsi termaju,” tutup Kang Emil.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 4 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam