RW 09 Kelurahan Taman Sari Bertekad Menyulap Sampah Menjadi Rupiah

Terasjabar.co –  Warga 09 Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung yang rata rata berprofesi sebagai pedagang, bertekad menyulap sampah dari barang yang menjijikan menjadi barang yang menjanjikan dan bernilai ekonomi. Hal tersebut diungkapkan Ketua RW 09 Didin Zaenudin, kepada terasjabar.co beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Didin mengatakan bahwa, wilayah RW 09 Taman Sari memiliki 5 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 2.800 orang. Keberadaan RW 09 Taman Sari lokasi tepat berada  di bawah  samping kiri Jembatan Surapati  dari arah Gasibu menuju  Barat.

“Keberadaan kolong Jembatan Surapati yang masuk ke wilayah RW 09 tadinya sempat dijadikan tempat tinggal para pemulung dan tuna wisma. Namun Alhamdulillah sekarang sedikit demi sedikit mulai ditata, dibersihkan, bahkan yang tadinya tempat mangkal para tuna wisma sekarang sudah di sulap menjadi sarana bermain anak anak. Untuk itu kami atas nama warga mengucapkan terima kasih kepada Bapa Lurah Taman Taman Sari Bapak Dadang Sopandi,” kata Didin.

Menurut Dindin, RW 09 sebetulnya memiliki banyak potensi, seperti keberadaan Abah Tulang yang mengolah kerajinan dari bahan tulang.

“Seperti disini juga tempat tinggalnya Abah Tulang di kalangan komunitas seniman sunda dan kerajinan Abah tulang tidak asing lagi, karena mungkin di Bandung salah satu pengrajin mengolah kerajinan dari bahan-bahan tulang, selain itu juga Abah Tulang salah seorang pemain musik tradisional Karinding dimana para seniman/anak anak muda banyak yang belajar main karinding dari  Abah Tulang”, tambahnya.

Menanggapi tentang rencana pengolahan sampah di RW 09, menurutnya haram membuang sampah keluar sesuai dengan arahan Lurah Taman Sari Dadang Sopandi.

“Sesuai arahan dari para pakar dan Lurah Taman Sari bahwa sampah sampah limbah rumah tangga, nanti akan diolah seperti: sampah organik akan dijadikan pupuk kompos, dan magot, sedangkan limbah plastik dan limbah lainnya akan dipilah yang akan dijadikan bahan baku paving blok, dan Bahan baku kerajinan. Untuk penataan kawasan Kolongan Jembatan Surapati yang berada di wilayah RW 09 diharapkan nantinya paving blok buatan sendiri RW 09 Taman Sari, namun untuk membuat paving blok tersebut di perlukan Alat Pelumer limbah plastik dan mesin pres untuk pembuatan paving blok. Mudah-mudahan keberhasilan Lurah Dadang di tempat dulu bertugas, dapat di luarkan di kelurahan Taman Sari,” ujarnya.

Ia berharap program ini mendapat perhatian dari pemerintah Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat serta dapat menjadi pilot project pengelolaan sampah.

“Mudah-mudahan nanti mendapat perhatian dari Pemerintah, baik Pemerintah Kota Bandung maupun pemerintah Provinsi Jawa Barat dan apabila ada izin Allah SWT dan mendapat kepercayaan dari Pemerintah, insya Allah siap menjadi pilot project untuk  pengolahan sampah”, tegas Didin.

Sementara itu Lurah Taman Sari, Dadang Sopandi, mengatakan bahwa pihaknya saat ini bermimpi untuk menjadikan Kolong Jembatan Surapati menjadi sarana falitas umum yang hingar bingar dengan terangnya lampu penerangan, dan direncanakan akan dijadikan obyek wisata kuliner yang sehat.

Selain itu juga, pihaknya akan menggandeng para pengusaha untuk menjadikan bangunan-bangunan di wilayah Taman Sari dengan warna yang berbeda.

“Tentunya para pemilik rumah/penghuni mendapat hasil dari biaya promo para pengusaha yang di tulis di genting atau dinding luar rumah mereka”, tegas Dadang.

Dadang Sopandi merupakan Lurah di Kota Bandung yang telah berhasil membina warga di wilayah Riung Bandung mengelola sampah dari limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci.  Selain itu juga, Dadang telah berhasil membina bank sampah di tempat tugasnya dahulu.

*** Ocid Sutarsa

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *