Gubernur Jawa Barat Imbau Warga Waspadai Anomali Cuaca

Terasjabar.co – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau kepada seluruh warga Jabar agar mewaspadai terhadap anomali cuaca selama empat hingga lima hari ke depan.

“Saya imbau kepada warga agar waspadai anomali cuaca untuk beberapa hari ke depan,” kata Gubernur yang akrab disapa Emil itu seusai meninjau sejumlah titik banjir yang berada di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor, Kamis (2/1/2019).

Setibanya di Kota Bekasi, Emil mengunjungi Posko STMIK Bani Saleh Jalan Mayor Hasibuan dan perumahan Villa Taman Kartini Bekasi Timur.

Sementara di Kabupaten Bogor, Emil berkunjung ke Villa Nusa Indah, Bojongkulur, Gunungputri. Emil menaiki perahu karet untuk menuju lokasi yang masih terendam banjir.

“Tadi pagi sampai siang di Bekasi dulu, sama Bapak Wali Kota Bekasi mengunjungi daerah-daerah terdampak, kemudian menitipkan bantuan. Karena Kota Bekasi paling banyak titiknya. Kemudian lanjut ke Bogor, supaya bisa diambil keputusan tanggap darurat yang paling memadai,” kata Emil.

Usai meninjau lokasi terdampak banjir, Emil turut mengapresiasi seluruh relawan dan petugas kemanusiaan yang telah bergerak serta para kepala daerah yang sigap di lapangan melakukan tugas-tugas sesuai kebutuhan.

“Saya mengapresiasi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan kepala daerah yang sudah tanggap dan bersinergi. Nah, sekarang kita fokus di tanggap darurat,” kata Emil.

“Kepada warga, pemerintah hadir membawa bantuan, penting sekarang fokuskan agar selamat, sehat dan ikuti arahan BPBD. Mudah-mudahan dijauhkan bencana dan marabahaya,” tambahnya.

BPBD Provinsi Jabar sendiri memberikan bantuan 50 dus makanan, 10 dus minuman, 10 unit perahu karet, 40 pelampung, 40 helm, dan 40 dayung untuk Bekasi.

Adapun untuk solusi jangka panjang, lanjut Emil, butuh banyak aspek yang harus dipelajari.

“Tidak di momen sekarang, karena butuh waktu secara keilmuan, ketenangan, harus bahas hal-hal engineering,” katanya.

Sementara itu Bupati Bogor Ade Yasin, wilayah Bojongkulur menjadi lokasi terdampak banjir yang terparah karena berada di titik pertemuan dua sungai besar, yakni Cileungsi dan Cikeas.

Untuk itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi.

“Ini yang menyebabkan selalu banjir. Masyarakat juga tidak menduga sebesar ini. Biasanya (air) sampai dengkul, ini sampai atap rumah. Ini juga perlu perhatian dari pemerintah pusat terutama untuk kaitan dengan penataan kali di wilayah Jawa Barat,” kata Ade.

“Sampai saat ini kami sudah berkoordinasi dengan baik, dengan pemerintah pusat maupun provinsi. Banjir ini sebetulnya bisa diminimalisir dengan pembuatan waduk atau pengerukan dan juga pembersihan sampah di sungai agar airnya bisa mengalir,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *