Ridwan Kamil Ingin Sulap Desa Perbatasan Jadi Pintu Gerbang Jabar
Terasjabar.co – Desa-desa di wilayah perbatasan antarprovinsi diharapkan bisa menjadi pintu gerbang Jawa Barat. Dengan begitu, citra desa perbatasan yang kerap dianggap tertinggal pun dapat terkikis.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat membuka Jambore Desa Kelurahan 2019 dan Festival Layang Lakbok 2019 di Desa Sidaharja, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jumat (27 /9/2019).
“Jadi bukan daerah belakang, tapi daerah gerbang. Bukan desa perbatasan, tapi gerbang masuk Jabar. Saya juga akan buat tugu istimewa di batas daerah,” ucap Emil, sapaan akrabnya, Sabtu (28/9/2019).
Dalam kegiatan yang dihadiri lebih dari 5.000 kepala desa dan lurah se-Jabar itu, Emil memperkenalkan berbagai program untuk masyarakat desa yang dia namai Desa Juara. Serta mengajak mengajak para kepala desa dan lurah untuk getol berinovasi.
“Desa Juara itu jika warganya bahagia dan warganya tak pindah ke kota karena dengan tinggal di desa mendapat rezeki kota,” ujarnya.
Emil menyebut, ada tiga masalah krusial yang kerap dihadapi desa-desa di Jabar. Pertama, ketimpangan angka kemiskinan serta digitalisasi pedesaan dengan perkotaan tinggi.
Kedua, Indeks Desa Membangun di Jabar masih rendah. Dari total 5.312 desa di Jabar, kata Emil, hanya 37 desa yang berstatus desa mandiri pada 2018.
“Problem terakhir berkaitan dengan sistem keuangan desa yang belum maksimal,” imbuhnya.
Berdasarkan tiga masalah krusial tersebut, pihaknya melahirkan inovasi bernama Desa Juara yang memiliki tiga program sebagai pilar utamanya, yakni Digitalisasi Layanan Desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).
Selain itu, guna memperkuat ekonomi desa sekaligus menjawab tantangan revolusi industri 4.0, Pemprov Jabar juga berupaya memperbaiki ekosistem digital dengan menggagas Desa Digital.
“Kita akan sisipkan teknologi untuk mengubah cara warga desa melakukan kegiatan ekonomi,” tegasnya.
Dijelaskan Emil, desa digital sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran, dan percepatan akses serta pelayanan informasi.
“Nantinya, seluruh pelayanan publik di desa akan didigitalisasi, koneksi internet akan dibenahi, command center dibangun, dan masyarakat desa dapat memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan sekaligus mengenalkan produk unggulan di wilayahnya,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Emil, pembangunan desa tidak hanya fokus pada urusan infrastruktur atau lahiriah, namun juga pembangunan batiniah.
“Jangan sampai terkoyak-koyak. Jadi, salah satunya kita ada program Satu Desa Satu Hafidz Alquran (Sadesa). Pesantren diurus yang ngaji diurus, kemudian teknologi digital kita hadirkan. Jadi, tidak ada alasan, dengan kebersamaan, kita maju bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jabar, Dedi Supandi mengakui, masih adanya anggapan desa-desa di wilayah perbatasan termarginalkan. Oleh karenanya, mulai tahun ini, pihaknya pun bakal fokus membangun desa-desa di wilayah perbatasan tersebut.
“Ya, yang ditemukan di desa-desa perbatasan itu adalah ketimpangan. Makanya, tahun ini berharap, dalam setahun pemerintahan sekarang, kita bergerak dari pinggiran perbatasan,” ucap Dedi yang juga Ketua Panitia Jambore Desa Kelurahan 2019.
Diakuinya, pihaknya kini mulai getol menyerap aspirasi warga desa perbatasan sekaligus mendorong pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pemberian bantuan permodalan.
“Kalau dalam aspek budaya gak jadi masalah karena disadari atau tidak, masyarakatnya sudah bercampur. Yang jadi kendala tentang perhatian provinsi dalam konsep pembangunan di perbatasan,” katanya.
Dedi mencontohkan, salah satu pembangunan infrastruktur yang akan segera dilakukan di desa perbatasan, yakni membangun tugu perbatasan sebagai simbol identitas, selain membenahi berbagai fasilitas infrastruktur lainnya.
Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan, melalui kegiatan Jambore Desa Kelurahan 2019, pihaknya ingin mewujudkan misi Desa Juara. Melalui kegiatan itu pula, pihaknya ingin mengangkat potensi yang dimiliki setiap desa di Jabar, agar seluruh desa di Jabar menjadi Desa Juara.
“Kegiatan ini untuk mempopulerkan desa. Kegiatan ini pun jelas mendatangkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” katanya.
“Tahun kemarin, Jambore Desa juga digelar, tapi konsepnya beres. Kalau dulu lebih banyak workshop di hotel, sementara saat ini kita kolaborasikan dengan potensinya,” tuturnya.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengaku merasa terhormat menyusul didaulatnya Desa Sidaharja sebagai tuan rumah dalam Jambore Desa Kelurahan 2019.
Menurutnya, Desa Sidaharja sendiri merupakan salah satu dari 258 desa di Kabupaten Ciamis. Selain itu, di Kabupaten Ciamis terdapat 7 kelurahan, 27 kecamatan, dengan luas wilayah 1.433 km persegi dan jumlah penduduk mencapai 1.408 jiwa.
Herdiat pun berharap, ke depan desa perbatasan bukan lagi dianggap sebagai ujungnya Provinsi Jabar, melainkan menjadi muka atau pintu gerbang wilayah Jabar.
“Insya Allah daerah perbatasan siap jadi prioritas sebagai pusat-pusat pertumbuhan terintegrasi,” pungkasnya.






Leave a Reply