DPRD Jabar Akan Tindaklanjuti dan Pantau Program-Program Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum

Terasjabar.co – Ketua Komisi I DPRD Jabar, Syahrir, mengatakan pada 100 hari pertama kerja pasangan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, pihaknya belum bisa mengevaluasi secara jelas kinerja pasangan tersebut.

Syahrir mengatakan pasangan ini memang baru bisa bekerja maksimal setelah mendapat penganggaran atas program-program yang telah dikampanyekannya pada 2019 melalui APBD 2019 Provinsi Jabar.

“Kalau sekarang mereka sebagian besar baru bisa melaksanakan dari anggaran yang telah ditetapkan gubernur sebelumnya, Kang Aher. Paling baru melaksanakan yang searah dengan kebijakan sebelumnya,” kata Syahrir saat dihubungi, Kamis (13/12/2018).

Menurut Syahrir, pasangan ini memang telah meluncurkan banyak program dan sebagian telah berjalan baik. Beberapa di antaranya dan tentunya semua program yang telah diluncurkan ini baru bisa berjalan maksimal setelah mendapat anggaran pada 2019.

Program-program yang telah diluncurkan ini, kata Syahrir, akan terus di-follow up oleh DPRD Jabar untuk kemudian dievaluasi kinerja dan manfaatnya untuk masyarakat.

Jangan sampai, katanya, program-program tersebut hanya diluncurkan tanpa lanjutannya dan bahkan sampai terbengkalai padahal telah mendapat penganggaran.

Syahrir mencontohkan Ridwan Kamil sudah merancang dan mengupayakan penataan Kalimalang di Bekasi. Syahrir berharap hal tersebut bisa direalisasikan di antaranya melalui APBD 2019 dan pendanaan lain sehingga warga Bekasi bisa menikmati manfaatnya segera.

Walaupun meluncurkan banyak program baru inovatif, Syahrir mengingatkan Ridwan Kamil dan Uu untuk tidak melupakan kebutuhan dasar masyarakat. Contohnya masalah pendidikan seperti masih adanya pungutan biaya di sekolah.

Hal-hal dasar ini, katanya, masih banyak dikeluhkan masyarakat saat dirinya menjalani reses atau menampung aspirasi beberapa hari lalu.

“Di bidang kesehatan, masyarakat juga masih berharap semua puskesmas memiliki layanan rawat inap. Mohon hal-hal dasar yang penting ini jangan sampai dilupakan,” katanya.

Jabar pun, katanya, masih dihadapkan pada masalah angka pengangguran yang tinggi. Banyak warga yang tinggal di sekitar lokasi industri tapi tidak dapat bekerja di industri tersebut karena kurangnya kompetensi.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *