Angka Fertilitas di Jabar Turun 0,2

Terasjabar.co – Jumlah angka fertilitas total atau jumlah anak rata-rata yang akan dilahirkan seorang perempuan pada akhir masa reproduksinya di Provinsi Jawa Barat pada 2017 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2016 yakni 2,6 menjadi 2,4.

“Alhamdulillah ada penurunan angka fertilitas di Jawa Barat di tahun 2017. Artinya kalau 2,6 masyarakat umur 15 hingga 25 tahun sudah memiliki dua hingga tiga anak,” kata Sekda Jawa Barat, Iwa Karniwa usia membuka Executive Seminar Hari Kependudukan Dunia Provinsi Jawa Barat, di Bandung, Selasa (28/8/2018).

Atas capaian tersebut, ia mengucapkan terima kasih kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat karena telah bekerja mengimplementasikan program pengendalian kependudukan.

“Walaupun turun ini sebenarnya belum berhasil. Jadi ini sebenarnya bukan soal jumlah tapi bagaimana BKKBN Jawa Barat melaksanakan tiga program utamanya yakni pengendalian pendudukan, kemusian soal kesehatan dan pendidikan serta pemberdayaan ekonominya,” jelas dia.

Menurut dia, Pemprov Jawa Barat selama ini konsisten membantu BKKBN Jawa Barat, khususnya terkait kesenjangan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga penyuluh yakni mengalokasikan anggaran sekitar Rp 27 miliar.

“Dimana dengan adanya dukungan dana dari Pemprov Jawa Barat untuk BKKBN maka BKKBN bisa menyeleksi masyarakat atau tokoh yang dijadikan penyuluh KB sekitar 2.000 lebih. Ini salah satu bukti konkrit Pemprov Jabar untuk mengatasi masalah fertilitas ini,” terang dia.

Sementara itu, Kepala BKKBN Jawa Barat Sukaryo Teguh Santoso?menargetkan jumlah angka fertilitas total di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2019 bisa menyentuh angka 2,2.

“Jika target ini bisa bisa tercapai maka setiap keluarga akan memiliki dua anak,” kata Teguh.

Dia menuturkan wilayah Jawa Barat bagian Selatan seperti Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Cianjur menjadi daerah dengan angka fertilitas cukup tinggi.

“Secara umum untuk Jawa Barat sudah bagus, angka menikahnya sudah di angka 20 tahun, tapi di Jabar Selatan itu seperti di Cianjur rata-rata masih ada yang menikah di usian 18 tahun,” kata dia.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *