Mendagri Sebut M Iriawan Dipasang Bukan Untuk Amankan Kepentingan Politik Pilkada Jabar
Terasjabar.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menampik pengangkatan M. Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat untuk mengamankan kepentingan politik di Pilkada serentak 2018.
Menurut dia, tidak ada kepentingan politik di dalam pengangkatan mantan Kapolda Metro Jaya tersebut. Apalagi tahapan Pilkada menuju pemungutan suara tinggal seminggu lagi.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan di setiap pengambilan keputusan, aturan perundang-undangan menjadi pedoman. Termasuk pengangkatan penjabat gubernur. Dia tak mungkin mengusulkan nama penjabat jika itu melanggar aturan.
Sebelum menangkat penjabat gubernur Jabar, Tjahjo bersama tim Kemendagri telah mengkaji dulu sejumlah UU, mulai dari UU ASN, UU Pilkada, hingga UU tentang Kepolisian dan juga Permendagri tentang aturan cuti kepala daerah.
Lalu diajukan nama ke Sekretariat Negara untuk dimintakan Keputusan Presiden (Keppres). Dan di Setneg juga usulan kembali dikaji oleh tim hukum mereka. Setelah itu dikeluarkan Keppres.
“Saya tak mungkin sebagai Mendagri melantik tanpa dasar hukum. Kalau melanggar saya dipecat Presiden. Dan saya juga tak mungkin mengusulkan nama kalau itu melanggar aturan,” ujarnya.
Menanggapi polemik yang terjadi setelah pelantikan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) itu, Tjahjo tidak mempermasalahkan hal tersebut.






Leave a Reply