Dedi Mulyadi Angkat Seorang Anak Gembala yang Bercita-Cita Jadi Dokter

Terasjabar.co – Wisnu Saputra tanpa malu-malu naik ke atas panggung atas permintaan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Dedi Mulyadi. Keluguan bocah berusia 10 tahun tersebut menarik hati mantan Bupati Purwakarta tersebut.

Wisnu memang tampak khusyuk mengikuti acara demi acara yang digelar di panggung tersebut. Warga Desa Lembahsari, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur menggelar kegiatan Sapa Ramadan di lapangan desa setempat, Senin 11 Juni 2018 malam.

Dedi Mulyadi hadir dalam kegiatan tersebut atas undangan warga. Grup musik Sunda Emka9 dan kiai kondang Jujun Junaedi pun turut hadir.

Berdasarkan penuturan Ibunda Wisnu, Susi (32), bocah tersebut bercita-cita menjadi seorang dokter. Akan tetapi, sang ayah, Roni Sutardi keburu meninggal 5 tahun lalu. Akibatnya, Suci dan kedua anaknya kehilangan tulang punggung keluarga.

Dia pun kini kebingungan untuk membiaya sekolah Wisnu. Soal semangat, Wisnu tergolong tangguh. Dia merupakan seorang juara di kelasnya.

“Sebelum ayahnya meninggal inginnya jadi dokter. Saya ingat betul dia bilang begitu di samping ayahnya yang sedang sakit paru-paru. Saya sendiri sekarang bingung, untuk biaya makan saja sulit, apalagi masuk sekolah kedokteran,” keluh Susi.

Selain tekun belajar, waktu di luar sekolah dimanfaatkan Wisnu untuk beternak. Ayam dan domba merupakan dua hewan ternak favoritnya. Kesibukan menggembala dilakoni bocah itu sampai hari ini.

“Kalau ayam punya sendiri. Kalau domba, pakai sistem ‘maro’, karena dombanya milik tetangga. Jadi, nunggu anakan domba lahir, lalu hasilnya dibagi dua,” katanya.

Keluhan tersebut ditanggapi Dedi dengan linangan air mata. Aktivitas menggembala yang ditekuni Wisnu, mengingatkan dia pada masa kecilnya.

“Bu, sekarang Wisnu menjadi anak saya. Ibu tidak pikirkan biaya pendidikannya. Saya bantu biaya sekolahnya sampai menjadi dokter. Anak ibu harus bisa mengobati orang-orang sakit. Nanti, domba untuk anak ibu ada yang bantu. Saya tidak boleh memberi apapun karena peraturan selama pilgub melarang itu,” kata Dedi.

Keharuan sontak menyeruak, isak tangis menghiasi acara yang dihadiri puluhan ribu warga itu. Ucapan terima kasih meluncur dari mulut mungil Wisnu.

“Bapak, hatur nuhun. (Bapak terima kasih),” kata WIsnu yang disambut kecupan kasih sayang dari Dedi Mulyadi untuknya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *