Hasil Survei IDM, Elektabilitas Asyik Teratas di Pilkada Jabar 2018

Terasjabar.co – Indonesia Develoment Monitoring (IDM) menggelar survei terhadap empat kandidat yang pasangan calon yang bertarung Pilkada Jabar 2018.

Pasangan yang bertarung yakni pasangan Ridwal Kamil dengan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Tubagus Hasanuddin dan Anton Charliyan (Hasanah), Sudrajat dan Ahmad Syaikhu (Asyik), dan terakhir pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (Deddy-Dedi).

Survei ini dilaksanakan mulai tanggal 2 – 15 April 2018. Dalam survei ini, IDM melibatkan 2.178 responden dari Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jawa Barat pada Pilkada Juni 2018 sebanyak 31.708.330 pemilih yang tersebar di 18 kabupaten dan 9 kota di Jawa Barat.

Penarikan sample dilakukan dengan mengunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error sebesar -/+ 2.1% dengan Tingkat Kepercayaan Survei 95%.

Responden dibagi tiga kelompok teritorial:

  1. PANTURA (Bekas Keresiden Cirebonan) meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kab. Indramayu, Kab, Majalengka dan Kabupaten Kuningan. Dengan jumlah responden sebesar 21,3%.
  2. PERIANGAN meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran. Dengan jumlah responden sebesar 51.8%.
  3. PAMALAYON (Kota/Kab Penyangga DKI) meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Dengan jumlah responden sebesar 26,9%.

Hasil survey di daerah Pantura, elektabilitas Asyik mengungguli kandidat-kandidat lainnya dengan tingkat elektabilitas mencapai 31,2 persen, sementara pasangan DEddy-Dedi hanya meraih 26,3 persen, disusul Hasanah 20,7 persen, Rindu 11,3 persen dan warga yang tidak memilih 10,5 persen.

Untuk daerah Periangan, dengan pertanyaan yang sama, hasilnya Sudrajat -Syaikhu meraih 35,6 persen, Rindu 25,3 persen, Hasanah 10,7 persen, Dua DM 16,3 persen dan tidak memilih 5,8 persen.

Perolehan suara telak ke Sudrajat-Syaikhu juga terjadi di Pamayon, paslon ini meraih suara responden 33,3 persen, disusul Dua DM 21,6 persen, Hasanah 19,4 persen, Rindu 17,6 persen dan tidak memilih 8,1 persen.

“Hasil ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, pasangan ASYIK (Sudrajat-Syaikhu) dianggap respentatif dari orang “priangan-cirebonan”. Basic Sudrajat sebagai orang Sumedang dan Syaikhu dari Cirebon menjadi faktor utama pilihan responden,” ujar Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi Selasa (24/4/2018).

Hal yang sama juga terjadi di Sumedang. Ketika responden ditanya siapa orang ‘sunda asli’ maka responden merujuk kepada Sudrajat.

“Syaiku yang berasal dari Cirebon juga turut mendongrak pilihan responden karena dalam pandangan responden syiar Islam di Jawa Barat berasal dari Cirebon,” katanya.

Selain itu, latar belakang profesi juga menjadi rujukan responden. Sudrajat yang berasal dari militer dan Syaikhu yang berasal dari birokrat dianggap sebagai pasangan yang ideal untuk memimpin Jawa Barat.

Dengan latar belakang tersebut responden menilai pasangan Sudrajat-Syaikhu dianggap mampu untuk mewujudkan harapan masyarakat yaitu terbukanya lapangan kerja, kemudahan usaha serta pengendalian terhadap harga-harga kebutuhan pokok.

Dalam kacamata responden, dengan latar belakang militer Sudrajat dianggap mampu untuk menjaga stabilitas dan keamanan sehingga ada jaminan akan adanya investor yang masuk dan tak adanya gangguan bagi masyarakat yang ingin berusaha mandiri.

“Ketiga, mesin partai. Setelah 10 tahun PKS memimpin di Jawa Barat, mesin partai ini benar-benar telah teruji dan cukup mengakar, terutama di teritori Pamayon. Kemampuan PKS dalam memaksimalkan kerja-kerja kader-kadernya sangat sulit ditandingi oleh partai-partai lain,” ujarnya.

Ia menilai figur Prabowo Subianto menjadi salah satu faktor pilihan responden terhadap pasangan Sudrajat-Syaikhu.

Mengenai tingkat elektabilitas rata-rata dari ketiga pembagian territorial yaitu Pantura,Pamalayon dan Priangan untuk pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu jika dilakukan pemilihan kepala daerah hari ini, maka pasangan tersebut dipilih sebanyak 33,2 persen dengan jawaban spontan dari responden.

Sedangkan dengan jawaban mengunakan kuisoiner tingkat keterpilihan pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu 34,6 persen, Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan jawaban spontan dipilih sebanyak 21,4 persen dan dengan jawaban di kuisioner dipilih sebanyak 23,06 persen.

Sementara pasangan Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum dengan jawaban spontan dipilih sebanyak 18,06 persen dan jawaban responden dalam kertas kuisioner Ridwan Kamil-Uu dipilih sebanyak 18,6 persen. Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan terpilih dengan jawaban spontan sebanyak 16,9 dan dalam jawaban kuisioner terpilih sebanyak 17,3 persen.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *