Di Depan Pengurus NU Karawang, Demiz Janji Perhatikan Pengembangan Pondok Pesantren

Terasjabar.co – Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar melakuan safari kampanye ke PCNU di Karawang, Jl Dewi Sartika No. 43, Kamis (5/4/2018). Demiz menegaskan siap memberikan dukungan dan perhatian penuh untuk pengembangan pondok pesantren.

Pria yang akrab disapa Demiz itu mengatakan perhatian adil pada pesantren akan dilakukan dirinya mengingat saat ini pesantren didirikan berbagai organisasi masyarakat Islam secara merata.

“Termasuk untuk pondok-pondok pesantren atau lembaga pendidikan islam yang dinaungi oleh Nahdatul Ulama (NU),” kata Demiz, di depan jajaran pengurus NU Kabupaten Karawang.

Menurutnya di Jawa Barat terdapat banyak organisasi keislaman yang telah menunjukkan dedikasinya secara nyata dalam pendidikan ummat. Di antara sekian banyak organisasi, NU sebagai ormas islam tertua telah menunjukkan pengabdian itu sejak lama.

“Maka ke depan dukungan yang diberikan harus proporsional sesuai dengan jumlah dan peranan masing-masing organisasi, supaya adil,” tegasnya.

Dikatakan, peranan setiap lembaga keislaman sangatlah penting dalam penyelenggaraan pendidikan ummat. Maka, pemerintah harus ambi bagian dalam membantu pengembangan pendidikan berbasis agama ini, tanpa membeda-bedakan organisasi yang ada.

“Indonesia, khusunya Jawa Barat berada pada posisi bahaya ancaman narkoba. Tempo hari terbongkar adanya import narkoba dari China. Sedangkan mabuk itu menjadi induk dari semua perilaku negatif. Belum lagi LGBT yang semakin berkembang. Maka peran NU sangatlah dubutuhkan untuk menangkal perilaku-perilaku negatif tersebut melalui pendidikan agama sejak dini,” papar Demiz.

Terkait Pemilihan Gubernur Jabar 2018 pada 27 Juni mendatang, Demiz yang berpasangan dengan Dedi Mulyadi ini mengajak kaum nahdiyin, khusunya di lingkungan NU agar senantiasa mendorong masyarakat untuk berpartisipasi penuh untuk menyalurkan suaranya.

Dia berpesan jangan sampai membiarkan orang tidak menentukan sikap politiknya alias golput, karena golput sangatlah tidak membantu dalam menciptakan proses perubahan ke arah yang lebih baik.

“Ada 37 persen warga Jawa Barat yang masih golput. Golput ini sesungguhnya tidak mengubah apapun. Kita sebagai pewaris NKRI harus mengawal aspirasi nahdiyin, menjaga silaturahim, dan coblos pasangan nomor empat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tanfiziyah PCNU Kabupaten Karawang, KH Ahmad Ruhyat Hasbi menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh Deddy Mizwar untuk menjadi Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

Namun Demiz pun berharap perhatian penuh dari Demiz jika terpilih nanti, agar memperhatikan peran penting dari PCNU Karawang serta pondok-pondok pesantren yang berada di bawah naungan NU.

“NU itu pesantren besar, dan pesantren adalah NU kecil. NU Jateng dan Jatim lebih maju dibanding NU Jabar. Ternyata faktor penguasa itu sangat berpengaruh. Mudah-mudahan silaturahim ini membawa kebarokahan, Pak Demiz bisa membawa kemaslahatan untuk NU,” harapnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *