Trump Bekukan Bantuan, Amal Mulia Salurkan Donasi Untuk Palestina

Terasjabar.co – Pasca Amerika menghentikan bantuan untuk palestina, badan PBB yang mengurusi Palestina, UNWRA (United Nation Relief and Works for Palestinians), mulai mengalami kesulitan pendanaan untuk pengungsi palestina. Melihat kondisi itu, Yayasan Harapan Amal Mulia langsung bergerak cepat dengan cara menyalurkan donasi untuk palestina.

“Hari ini kami salurkan bantuan untuk pengungsi Palestina sebesar Rp 1 milyar” Ujar Direktur yayasan harapan Amal Mulia, Budi Mastur, Kamis (18/1/2017).

Untuk diketahui sejak 1 Januari 2018, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memerintahkan penghentian dana bantuan kepada UNWRA sebesar 65 juta dollar Amerika atau senilai Rp 865 miliar.

Bantuan sebesar ini semula dialokasikan oleh UNWRA untuk penyediaan layanan kesehatan, pendidikan, dan berbagai layanan sosial kepada jutaan warga Palestina baik didalam maupun diluar Palestina. Tump Bekukan Bantuan, Amal Mulia Salurkan Donasi Untuk Palestina

Pasca Amerika menghentikan bantuan untuk palestina, badan PBB yang mengurusi Palestina, UNWRA (United Nation Relief and Works for Palestinians), mulai mengalami kesulitan pendanaan untuk pengungsi palestina. Melihat kondisi itu, Yayasan Harapan Amal Mulia langsung bergerak cepat dengan cara menyalurkan donasi untuk palestina.

“Hari ini kami salurkan bantuan untuk pengungsi Palestina sebesar Rp 1 milyar” Ujar Direktur yayasan harapan Amal Mulia, Budi Mastur, Kamis (18/1/2017).

Untuk diketahui sejak 1 Januari 2018, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memerintahkan penghentian dana bantuan kepada UNWRA sebesar 65 juta dollar Amerika atau senilai Rp 865 miliar.

Bantuan sebesar ini semula dialokasikan oleh UNWRA untuk penyediaan layanan kesehatan, pendidikan, dan berbagai layanan sosial kepada jutaan warga Palestina baik didalam maupun diluar Palestina.

Termasuk di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan beberapa lokasi pengungsi di beberapa negara Timur Tengah.

Sebagai sebuah lembaga yang fokus pada penyaluran donasi kemanusiaan, Budi menjelaskan Amal Mulia langsung bertindak cepat dengan cara membuat program kemanusiaan untuk Palestina.

‘’Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari dua minggu, terkumpul dana dari para donatur sebesar Rp 1 miliar,’’tambah Budi.

Menurut Budi, donasi sebesar Rp 1 miliyar ini akan dialokasikan untuk bantuan sarana dan prasarana pendidikan termasuk beasiswa, guru tahfidz dan para penghafal Qur’an, serta bantuan untuk para yatim dan sarana prasarana masjid yang ada di Palestina ataupun lokasi pengungsi Palestina.

Dikatakan Budi, Yayasan Harapan Amal Mulia akan secara periodik menyalurkan donasi untuk para pengungsi Palestina.

‘’Kami berharap, bisa menyalurkan minimal dua bulan sekali,’’ungkap dia.

Meski demikian, Budi mengaku, tidak menutup kemungkinan, penyaluran bantuan untuk pengungsi Palestina dilakukan setiap bulan. Hal ini, tergantung dari donasi yang dititipkan melalui Yayasan Harapan Amal Mulia.

Budi berharap, seluruh masyarakat Indonesia, termasuk organisasi-organisasi keagamaan untuk turun tangan membantu para pengungsi Palestina. Selain semakin menderita akibat penghentian bantuan oleh Amerika, Budi menilai, seluruh umat Islam di dunia sangat membutuhkan kehadiran masyarakat Palestina.

‘’Kalau tidak ada masyarakat Palestina, siapa yang akan menjaga masjid suci umat Islam, Al Aqsha?’’pungkas Budi.

Untuk diketahui, kebijakan pembekuan dana bantuan oleh Amerika ini merupakan buntut dari penolakan mayoritas negara-negara di dunia atas klaim sepihak Amerika yang mengakui Yerussalem sebagai Ibukota Israel. Bahkan, Amerika berencana untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerussalem.

Klaim Amerika ini merupakan pelanggaran atas resolusi PBB yang melarang mengubah status Yerussalem sebagai daerah dengan status quo sampai ada penyelesaian perundingan antara Israel dan Palestina. Tak hanya itu, klaim Amerika ini juga menyakiti umat Islam di dunia. Pasalnya, di Yerussalem terdapat Masjid Al Aqsha, masjid suci ketiga umat Islam. ermasuk di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan beberapa lokasi pengungsi di beberapa negara Timur Tengah.

Sebagai sebuah lembaga yang fokus pada penyaluran donasi kemanusiaan, Budi menjelaskan Amal Mulia langsung bertindak cepat dengan cara membuat program kemanusiaan untuk Palestina.

‘’Alhamdulillah, hanya dalam waktu kurang dari dua minggu, terkumpul dana dari para donatur sebesar Rp 1 miliar,’’tambah Budi.

Menurut Budi, donasi sebesar Rp 1 miliyar ini akan dialokasikan untuk bantuan sarana dan prasarana pendidikan termasuk beasiswa, guru tahfidz dan para penghafal Qur’an, serta bantuan untuk para yatim dan sarana prasarana masjid yang ada di Palestina ataupun lokasi pengungsi Palestina. Dikatakan Budi, Yayasan Harapan Amal Mulia akan secara periodik menyalurkan donasi untuk para pengungsi Palestina.

‘’Kami berharap, bisa menyalurkan minimal dua bulan sekali,’’ungkap dia.

Meski demikian, Budi mengaku, tidak menutup kemungkinan, penyaluran bantuan untuk pengungsi Palestina dilakukan setiap bulan. Hal ini, tergantung dari donasi yang dititipkan melalui Yayasan Harapan Amal Mulia.

Budi berharap, seluruh masyarakat Indonesia, termasuk organisasi-organisasi keagamaan untuk turun tangan membantu para pengungsi Palestina.

Selain semakin menderita akibat penghentian bantuan oleh Amerika, Budi menilai, seluruh umat Islam di dunia sangat membutuhkan kehadiran masyarakat Palestina.

‘’Kalau tidak ada masyarakat Palestina, siapa yang akan menjaga masjid suci umat Islam, Al Aqsha?’’pungkas Budi.

Untuk diketahui, kebijakan pembekuan dana bantuan oleh Amerika ini merupakan buntut dari penolakan mayoritas negara-negara di dunia atas klaim sepihak Amerika yang mengakui Yerussalem sebagai Ibukota Israel. Bahkan, Amerika berencana untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerussalem.

Klaim Amerika ini merupakan pelanggaran atas resolusi PBB yang melarang mengubah status Yerussalem sebagai daerah dengan status quo sampai ada penyelesaian perundingan antara Israel dan Palestina.

Tak hanya itu, klaim Amerika ini juga menyakiti umat Islam di dunia. Pasalnya, di Yerussalem terdapat Masjid Al Aqsha, masjid suci ketiga umat Islam. (Manunggal)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *