Tiga Calon Diprediksi Akan Muncul di Pilgub Jabar

Terasjabar.co – Menjelang pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jabar ke KPU Jabar, tanggal 8 hingga 10 januari mendatang, diprediksi dalam perhelatan Pilgub 2018 kali ini akan diikuti oleh tiga kontestan pasangan.

Pengamat Politik dari Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Unpad, Muradi menyebutkan bahwa situasi politik jelang pendaftaran ke KPU mulai terlihat muncul pasangan yang akan maju di Pilgub.

“Semua partai menunggu momen injury time. Dan ini akan dilihat oleh rakyat bahwa calon yang diusung partai apakah benar benar kapabel dalam membawa Jabar sejahtera, rakyat yang akan membuktikan,” jelas Muradi, Jumat (5/1).

Muradi menyatakan, dalam Pilgub Jabar ini diprediksi akan diikuti tiga pasang dengan situasi yang sangat ketat.

“Tiga pasang ini akan sangat ketat bersaing, karena ketiganya baru diumumkan di akhir menjelang KPU membuka pendaftaran, sehingga waktu untuk mengenalkan akan sangat minim,” paparnya.

Diakui Muradi, kerja politik para cagub dan cawagub akan sangat berat.

“Ya luar biasa mengenalkan ke masyarakat dengan berat, karena tidak bisa hanya mengandalkan di sosmed saja. Kerja partai untuk door to door ke masyarakat harus maksimal,” paparnya.

Dengan sisa waktu normal empat bulan dalam sosialisasi dan kampanye, ketiga pasang yang nantinya akan mendaftar ke KPU Jabar ini harus melakukan kerja ekstra untuk sosialisasi.

“Harus ekstra sekali itu sosialisasinya,” paparnya.

Tiga pasang calon yang muncul yakni, pasangan Mayjen (purn) Sudrajat-Syaikhu (PKS-Gerindra), Duo DM yakni Dedi Mulyadi – Deddy Mizwar (Golkar-Demokrat sementara) belum menentukan siapa cagub dan siapa cawagub, serta Ridwan Kamil beserta PDIP, Nasdem,PPP, dan PKB yang masih menunggu keputusan resmi PDIP. (Manunggal)

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 − twelve =

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data