Ini Dia Kampung Siaga Bencana di Cimahi

Terasjabar.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cimahi didukung oleh Kementerian Sosial bersama Pemerintah Kota Cimahi menetapkan Kelurahan Cipageran, sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) pada Sabtu (18/11/2017).

Penetepan tersebut dilakukan untuk menambah jumlah KSB, mengingat angka bencana di Jabar menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terbilang tinggi, yakni mencapai sekitar 700 kejadian. Bencana yang dominan terjadi seperti banjir dan longsor, paling banyak menerpa wilayah Garut, Tasikmalaya, dan Sukabumi.

Guna menyiapkan masyarakat untuk menghadapi berbagai potensi bencana, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama masing-masing pemerintah daerah mencanangkan program KSB yang digalakan sejak tahun 2010. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Margo Wiyono, mengatakan pembentukan KSB bertujuan agar masyarakat mampu menyiapkan diri menghadapi potensi bencana di wilayahnya, sehingga dapat mengurangi risiko bencana di masyarakat.

“Dengan adanya Kampung Siaga Bencana diharapkan masyarakat siap menghadapi bencana yang terjadi di daerahnya masing-masing. Sehingga dapat mengurangi resiko bencana. Dan harus mengandalkan pemerintah untuk menanggulangi bencana,” ujarnya saat ditemui di Kelurahan Cipageran, Sabtu (18/11/2017).

Selama ini, kata Margo, masyarakat dalam melakukan penanggulangan bencana kerap tergantung pada pemerintah. Dengan adanya KSB diharapkan setiap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaranannya untuk penanganan kebencanaan.

“Nah ini yang kami harapkan, nanti APBD masing-masing kabupaten termasuk Cimahi dapat mengalokasikan anggaran untuk Kampung Siaga Bencana dari mulai APBD-nya bukan hanya dari APBN dari kami,” tuturnya.

Tak hanya APBN dan APBD kota atau kabupaten, sekarang ini ungkap Margo, ada beberapa provinsi mendukung pendaaan KSB melalui APBD-nya. Diakui Margo, Cimahi bukan zona merah bencana di Jabar, namun potensi bencana lokalnya tetap ada.

“Anggarannya kan bisa dari APBD masing-masing daerah. Kalau di Provinsi Jawa Barat sendiri, saya belum tahu angkanya berapa. Tapi kalau dari Kemensos, secara keseluruhan itu sekitar Rp 300 miliar untuk 200 lokasi,” katanya.

Dikatakan Margo, KSB merupakan pengembangan dari program Kementerian Sosial terkait program Community Base Disaster Management yang memfokuskan penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Pada tahun 2017 ini KSB sudah ada di 567 lokasi.

Ngatiyana Jadi Pembina Tagana

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dikukuhkan sebagai Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Cimahi. Pengukuhan dilakukan di Lapangan Cibaligo, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Sabtu (18/11).

Pasca dikukuhkan dengan penyematan pin dan topi Tagana, Ngatiyana mengatakan ia akan lebih sering terjun ke lapangan guna memantau situasi dan kondisi lingkungan di seluruh wilayah Kota Cimahi. Ke depan pihaknya akan mencari solusi agar penanganan bencana di Kota Cimahi bisa lebih cepat tanpa mengandalkan satu sama lain.

“Kita upayakan agar semua pihak siap dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam yang menerjang Cimahi. Jangan saling mengandalkan,” katanya.

Terkait penetapan Kelurahan Cipageran sebagai Kampung Siaga Bencana, Ngatiyana berharap daerah lain di Cimahi bisa mengikuti jejak yang sama.

“Mungkin sekarang baru Kelurahan Cipageran, ke depannya keluarhan lain juga akan kami upayakan. Sangat bagus, tentunya untuk meminimalisir dampak buruk dari bencana itu sendiri,” ujarnya. (red)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *