Gaji Fantastis Pawang Hujan Sumedang

Terasjabar.co – Bukan mitos, profesi pawang hujan memang benar adanya. Yaitu Abah Ade (70) yang berprofesi sebagai pawang hujan dan bisa menghidupi keluarganya. Dari profesi inilah dia bisa menyekolahkan ketiga anaknya hingga lulus SMA.

Meskipun tak memiliki patokan khusus untuk biaya penyewaan jasanya, ada rentang harga yang para penyewa berikan padanya. Hal tersebut diungkapkan Abah Ade (70), pawang hujan, ketika ditemui Tim Teras di Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jumat (27/10/2017).

“Yang mengundang kan ada yang untuk acara nikahan, khitanan, ada juga konser, kenaikan tingkat, ulang tahun instansi, beda-beda,” ujar Abah Ade.

Biaya jasanya berbeda tergantung besarnya acara, contohnya, untuk biaya menangkal hujan di acara khitanan akan berbeda dengan biaya untuk ulang tahun instansi. Untuk biaya sesajian dan alat-alat harganya Rp 500 ribu dan dibebankan pada penyewa jasanya.

Untuk hajat khitanan misalnya, penyewa jasa biasanya memberikan uang sebesar Rp 1 juta, Rp 500 ribu untuk biaya alat-alat, dan Rp 500 ribu lainnya untuk upah Abah Ade. Sementara untuk acara besar seperti konser musik, biasanya Abah Ade mendapat upah sebesar Rp 2 juta, di luar biaya untuk membeli alat-alat.

“Tapi saya tidak pernah mematok harus berapa, sediberinya saja,” ujar Abah Ade. (red)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *