Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar Hadiri Peresmian Rumah Susun Rancaekek dan Solokanjeruk Serta Peluncuran Program PPKS
Terasjabar.co – Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Sugianto Nangolah, SH., MH., bersama Anggota Komisi IV DPRD Jabar, H. Zulkifly Chaniago, BE., menghadiri acara peresmian Rumah Susun (Rusun) Rancaekek dan Solokanjeruk, sekaligus peluncuran Program Penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Perkotaan. Acara yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat ini berlangsung di Apartemen Transit Rancaekek, Rabu (18/12/2024).
Program Penanganan PPKS Perkotaan merupakan langkah kolaboratif yang dikawal oleh tiga kementerian utama, yaitu Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Tujuan utama dari program ini adalah merelokasi masyarakat miskin ekstrem yang sebelumnya tinggal di kawasan tidak layak huni ke dua rumah susun, yaitu Apartemen Transit Rancaekek dan Rusunawa Solokanjeruk. Selain itu, program ini juga memberikan pelatihan dan keterampilan kepada para penghuni agar dapat mandiri secara ekonomi dan keluar dari jerat kemiskinan.

Dalam kesempatan tersebut, Sugianto menyampaikan apresiasinya terhadap program ini yang dinilai sebagai solusi konkret dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Jawa Barat.
“Program ini tidak hanya menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat miskin ekstrem, tetapi juga memberdayakan mereka melalui pelatihan keterampilan dan pendampingan ekonomi. Ini adalah bentuk nyata dari upaya pemerintah untuk menghadirkan kesejahteraan yang inklusif,” ujar Sugianto.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan DPRD untuk memastikan keberhasilan program ini. “DPRD Jawa Barat siap mendukung kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil, termasuk penganggaran dan pengawasan implementasi program ini,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Zulkifly yang juga hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, program ini harus fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat agar dampaknya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Relokasi ke hunian yang layak hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah memastikan mereka memiliki keterampilan dan akses ke peluang ekonomi. Dengan begitu, mereka bisa mandiri dan meningkatkan kualitas hidupnya,” kata Zulkifly.
Dengan peluncuran program ini, diharapkan masyarakat miskin ekstrem di Jawa Barat tidak hanya mendapatkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik.






Leave a Reply