Menteri BUMN: PTDI dan BUMN Lain Bisa Optimalkan N219

Terasjabar.co – Pesawat N219 dapat menjangkau daerah dengan kondisi georafis berbukit-bukit dengan landasan pendek dan tidak dipersiapkan.

Dirut PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro mengatakan pesawat terbang N219 dapat menjadi solusi untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas wilayah terdepan, tertinggal dan terluar di pegunungan Papua dan Papua Barat, sehingga program satu harga Pemerintah dapat terwujud.

“Pesawat N219 akan menggerakan aktivitas masyarakat di wilayah Papua, aktivitas perekonomian dan mobilisasi warga diharapkan dapat berjalan dengan lancar”, kata Elfien di Bandung, Minggu.

Pesawat N219 dengan beban maksimum yang dapat diangkut sebesar 2.313kg dapat melakukan pendistribusian logistik menuju bandara-bandara yang konstruksi landasan masih berupa tanah padat bahkan berumput dan berbatu dengan panjang landasan kurang dari 500 meter yang berada di wilayah berbukit-bukit.

Pesawat N219 dapat lepas landas dan mendarat di landasan bandara yang pendek dan belum beraspal, seperti Bandara Merdey, Papua Barat dengan konstruksi landasan masih berupa tanah padat dan memiliki panjang landasan 600 x 23 meter yang berada di ketinggian 300 MDPL.

Menteri BUMN Rini MS menekankan bahwa PTDI harus dapat menyelesaikan proses sertifikasi N219 pada September 2018 dan selanjutnya mengkomersialisasikan pesawat baru tersebut.

“Dalam hal ini banyak potensi sinergi antar BUMN yang dapat dilakukan dengan mewujudkan tol udara yang terpadu. Saya minta agar Pelita Air menjadi first customer N219 ini sebagai bukti dari sinergi antar BUMN”, kata Rini.

Selain dalam pesawat bersayap tetap, Menteri BUMN juga meminta agar  dilakukannya sinergi dalam helikopter buatan PTDI dengan BUMN lain. (red)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *