Pemkot Bandung – Kepolisian Siapkan Skema E-Tilang

Terasjabar.co – Kesiapan Pemerintah Kota Bandung untuk bekerja sama dengan kepolisian dalam upaya penertiban dan penilangan dengan bantuan kamera pengawas (CCTV) sudah mantap. Pemerintah Kota Bandung juga menyatakan kesiapan dalam penganggaran dana yang dibutuhkan untuk penerapan sistem tilang dengan barang bukti gambar hasil tangkapan CCTV.

“Kalau anggaran tidak ada masalah. Dulu dalam rapat bersama polisi kan saya sampaikan, polisi butuh berapa CCTV, lokasinya di mana, saya akan anggarkan,” tutur Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, di Pendopo Kota Bandung, Minggu, 17 September 2017.

Diberitakan sebelumnya, publik Kota Bandung mendukung pemerintah dan aparat kepolisian untuk menerapkan penindakan dengan bukti gambar dari CCTV yang tersebar di sejumlah titik ruas jalan Kota Bandung. Selama ini, pelanggaran lalu lintas seakan lumrah karena kurangnya pengawasan.

Ridwan menjelaskan, Kota Bandung merupakan salah satu dari 10 kota di dunia yang terpilih oleh Bloomberg sebagai kota yang baik dari sisi keamanan berlalu lintas. Beberapa kebijakan untuk meningkatkan ketertiban warga dalam berlalu lintas telah dilakukan.

Disebutkan ada 150 CCTV di Kota Bandung, 74 di antaranya yang telah terintegrasi dengan pelantang suara. Selain kamera pengawas statis, ada sejumlah kamera yang tergolong canggih dengan fitur berputar 360 derajat berteknologi 2 megapiksel dan 4 megapiksel. Namun, CCTV itu belum seluruhnya berfungsi baik.

“Perbaikan-perbaikan sistem termasuk CCTV ini mengurangi kecelakaan lalu lintas lumayan drastis melalui program keselamatan lalu lintas. Di dalam program keselamatan dan ketertiban lantas itu salah satunya adalah dengan instrumen melalui CCTV. CCTV ini sudah beberapa kali membantu kepolisian mengungkap kejahatan,” katanya.

Kesiapan kepolisian

Pada tingkatan berikutnya, Ridwan melanjutkan, sistem pengawasan ketertiban lalu lintas melalui CCTV mulai dihubungkan dengan pengeras suara yang ditempatkan di titik yang sama dengan penempatan CCTV. Ridwan memerintahkan operator dari Dinas Perhubungan Kota Bandung di ruang sistem pengendali lalu lintas untuk mengingatkan warga yang melanggar aturan.

Aktivitas penyadaran kepada pelanggar dengan media pelantang suara di persimpangan itu telah dimulai sejak sebulan lalu. Dari hasil rekaman di ruang ATCS, peneguran terhadap para pelanggar di persimpangan ini mulai terlihat efeknya. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah dukungan publik untuk menerapkan gambar hasil CCTV sebagai bukti penilangan mulai menyeruak.

“Nah, apakah bisa langsung juga bergeser pada penilangan? Itu sedang didiskusikan. Hanya kesiapannya bukan di kita (Pemkot Bandung). Kita sih siap, siap saja. Tetapi harus dari kepolisiannya. Apakah dengan instrumen itu kepolisiannya siap mencatat mereka yang melanggar dan terlihat melalui CCTV, mendatangi pelanggar, lalu memberikan tilang. Jadi, kalau Surabaya sudah (menerapkan CCTV sebagai bukti tilang), ya kita juga bisa lakukan,” ujar Ridwan. (ros)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *