Langgar Aturan, Yakin “Engga” Malu Ditegur Dishub?

Terasjabar.co – Kamera pemantau yang dimiliki Dinas Perhubungan Kota Bandung ditempatkan di beberapa titik-titik tertentu di persimpangan Kota Bandung. Selain kamera pemantau (CCTV), terdapat pengeras suara yang berfungsi untuk memberi peringatan kepada para pelanggar.

Pelanggar yang berhenti di zebra cross saat lampu merah atau yang tidak mengenakan atribut berkendara (helm) akan ditegur melalui pengeras suara oleh pegawai Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Ketika ditemui oleh Teras Jabar, Kepala Seksi Manajemen Transportasi Dinas Perhubungan, Sultoni, sedang memantau persimpangan lalu lintas. Ia berpendapat bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat mulai berkurang semenjak adanya teguran melalui pengeras suara.

“Semenjak ditegur melalui pengeras suara, untuk saat ini sudah mulai berkurang pelanggar lalu lintas karena mereka merasa malu,” ujar Sultoni di Balai Kota, Rabu (13/9/2017).

“Jadi seenggaknya mereka sudah sadar. Tapi kami tetap pantau setiap hari,” tegasnya.

Pegawai dishub dapat memonitori titik-titik di Kota Bandung dari layar besar dalam sebuah ruangan bernama Area Traffic Control System (ATCS). Layar tersebut berukuran 2 x 3 meter. Dalam satu layar besar tersebut terbagi menjadi 4 bagian yang memonitori 4 lokasi yang berbeda.

Menurut pantauan awak media, terdapat dua pegawai Dishub dalam ATCS yang sedang bertugas memantau dan bersiap menegur pengendara-pengendara yang nakal. (J,Lc)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *