Hj. Lilis Boy Sebut Jabar Krisis Regenerasi Petani, Perlu Ada Program yang Menyentuh
Terasjabar.co – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Hj. Lilis Boy mengatakan, jumlah petani muda di Jabar mengalami penurunan. Padahal, Jabar merupakan daerah lumbung pangan Nasional.
Kendati demikian, kata dia, perlu ada langkah-langkah strategis nyata yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk menarik minat para anak muda untuk menjadi petani.
“Kita harus terus memotivasi anak muda, di sisi lain lagi yang paling utama harus ada kebijakan dari pemerintah agar ada jaminan yang kongkrit,” katanya.
Berdasarkan data Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) Agustus 2020, proporsi petani Jabar paling banyak berada di kelompok umur 45-49 tahun sebanyak 36,30 persen.
Sedangkan petani berusia 30-44 tahun hanya 24,06 persen. Serta berdasarkan tingkat pendidikan, dari seluruh tenaga kerja di sektor pertanian setara SD ke bawah sebanyak 81,32 persen.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar ini mengatakan, program yang selama ini ada dan diusung oleh Pemprov Jabar terkait dengan regenerasi petani muda ini belum sepenuhnya berjalan maksimal.
“Harus ada kebijakan dari Pemprov Jabar yang benar-benar jadi solusi atas persoalan krisis regenerasi petani muda ini. Program yang diusung Pemprov Jabar harus benar-benar menyentuh hal yang paling substansialnya,” tegasnya.
HJ. Lilis berharap, jika kedepannya nanti harus ada gebrakan baru dalam pengelolaan di sektor pertanian, sehingga meningkatkan produktifitas pertanian.
“Saya mengharapkan kedepannya baik Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah memberikan inovasi-inovasi baru dan gebrakan-gebrakan baru agar produktifitas pertanian ini semakin baik kedepannya,” tutupnya.






Leave a Reply