Rendah Hati Kunci Kemuliaan Seseorang

Terasjabar.co – Konon, dikisahkan pria separuh baya yang juga seorang penjual gorengan dan sedang memangkal di bawah pohon rindang. Pria separuh baya itu tampak sibuk dengan adonan yang akan dimasak ke dalam kuali yang mendidih.

Gorengan yang sudah matang pun tersusun rapi di atasnya. Seketika, muncul orang berbadan tegap, kumis tebal, dan pedang di pinggang. Dari sikapnya, ia seorang jawara yang ditakuti. Dengan angkuh, ia santap gorengan itu dan berlalu begitu saja.

Penjual gorengan menegurnya agar dibayar dahulu. Namun, lelaki itu mengeluarkan pedang lalu menyayat lengannya tanpa tergores sedikit pun. Si Penjual tampak tenang, kemudian mencelupkan tangan ke dalam kuali sambil membolak-balik gorengan.

Bahkan, mengusapkan minyak panas ke mukanya. Nyali lelaki itu pun ciut dan memasukkan kembali pedang ke sarungnya, lalu membayarnya.

Kisah inspiratif ini saya nukil dari video buatan mahasiswa Banten. Mereka mengajarkan agar kita tetap rendah hati (tawadhu) kepada siapa saja. Nasihat orang tua dahulu, “Jangan angkuh di hadapan orang rendah hati, nanti kau dipermalukan. Jangan pula rendah hati di hadapan orang angkuh, nanti kau dihinakan.”

Ada lima hal yang membuat seseorang tinggi hati (takabur), yakni:

Pertama, keturunan yang terhormat. Sudah ketentuan Allah SWT, setiap orang dilahirkan berbeda. Tak seorang pun yang bisa meminta dilahirkan dari nasab atau suku apa. Karena itu, kemuliaan itu bukan karena keturunan, melainkan ketakwaan (QS 49:13). Iblis sombong karena berasal dari api sementara Adam AS tercipta dari tanah (QS 7:12).

Kedua, kedudukan yang tinggi. Firaun penguasa Mesir mengaku sebagai tuhan (QS 79:24). Siapa saja yang merintangi akan celaka, termasuk Nabi Musa AS (QS26:49). Begitu pula Namrudz yang mengaku bisa menghidupkan dan mematikan di hadapan Nabi Ibrahim AS, tapi tak bisa menandingi kekuasaan Allah SWT. (QS 2:258).

Ketiga, kekayaan yang berlimpah. Karun, orang paling kaya sejagat. Kekayaannya nyaris tak terhitung hingga kunci gudangnya pun susah dipikul orang. Dia menganggap kekayaannya karena ilmu dan usahanya sendiri, bukan bantuan orang lain (QS 28:76-82). Karena itu, ia sombong dan tak mau bersedekah kepada kaum dhuafa.

Keempat, keilmuan yang luas. Nabi Musa AS begitu dikagumi karena keluasan ilmunya. Segala persoalan bisa dijawab, hingga merasa tak seorang pun yang bisa menandingi. Ia pun ditegur Allah SWT dan disuruh belajar kepada Nabi Khidir AS (QS 18: 60- 82). “Di atas langit masih ada langit,” begitulah kata pepatah.

Kelima, kesalehan yang banyak. Kesalehan dalam ibadah ritual dan sosial bisa membuat rasa kagum pada dirinya (ujub) dan meremehkan orang. Merasa paling suci dan benar (QS 53:32). Seperti kisah dua orang Bani Israil yang menyangka akan masuk surga karena taat dan saudaranya masuk neraka karena maksiat (HR Abu Daud).

Orang yang rendah hati akan ditinggikan dan yang tinggi hati dijatuhkan (HR At-Turmudzi). Iblis dilaknat hingga hari kiamat (QS 4:16), Firaun ditenggelamkan (QS 90-920), dan Karun dilenyapkan (QS 28:81). Jika orang berjasa dilupakan dan sahabat ditinggalkan, itulah bukti keangkuhan.

Tetaplah rendah hati, agar Allah SWT merahmati kita dengan kelembutan (QS 3:159). (red)

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen + fourteen =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam