DPMD Jabar Lakukan Monitoring Desa Perbatasan
Terasjabar.co – Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jawa Barat mulai melakukan monitoring des yang berada di perbatasan Jabar-Jateng dan Jabar-Banten. Monitoring akan dilaksanakan sembilan hari berturut-turut dimulai dari Cirebon, Banjar, Ciamis, Kuningan, lanjut ke Sukabumi dan Bogor. Dengan lebih kurang terdiri atas 4 tim yang dibentuk DPM Desa Jabar.
Sekretaris Dinas (Sekdis) DPM Desa Jabar M.A. Afriandi menyampaikan hal tersebut pada rapat kordinasi tim di Ruang Rapat DPM Desa Jabar, Jl. Soekarno Hatta, Bandung, Senin (19/11/2018).
Monitoring desa menurut Sekdis, diselenggarakam untuk pemetasaan desa khususnya yang berada di perbatasan wilayah Jawa Barat dengan Jateng dan Banten. Seharunya masih ada satu perbatasan yaitu dengan DKI Jaya yaitu perbatasan Muara Gembong Bekasi.
“Tapi monitoring ini baru akan fokus pada kedua daerah perbatasan tadi,” katanya.
Sekdis menjelaskan, monitoring ini akan mencakup tiga hal yaitu penguatan pemerintahan desa yamg meliputi pemerintahan desa dan kelembagaan; penguatan perekonomian desa yang meliputi BUMDes, Perdes tentang BUMDes, dll; serta infrastruktur desa. Untuk pemerintahan desa mencakup kepala desa (kades) dan perangkat desa sedangkan untuk kelembagaan desa mencakyp BPD, PKK, RT/RW, dll yang di dalamnya terdapat RPJM Desa, RKP Desa, APB Desa, Administrasi dan Sistem sehingga nantinta diperoleh sebuah “road map”.
Untuk monitoring infrastruktur desa, nantinya akan mengarah pada yang disebut ‘Gerbang Desa’ yang di dalamnya da stunting dan miskin tidaknya desa tersebut. Hasil monitoring ini lanjut Sekdis, akan menghasilkan sebuah potret sekaligus peta desa perbatasan Jawa Barat. Peta dan potret desa ini nantinya akan menjadi dasar pemerintah provinsi pada saat memberlakukan program “One Village One Company” (OVOC).
“Jadi kita betul-betul harus kerja cepat karena akhir tahun, hasil monitoring potret desa perbatasan ini harus sudah selesai,” demikian Sekdis.
Ada 7 kabupaten yang berada di perbatasan Jabar-Jateng dan Jabar-Banten. Untuk perbatasan Jabar Jateng masing-masing adalah Kab. Cirebon 3 kecamatan 19 desa, Kab Banjar 3 kecamatan 6 desa, Kab. Ciamis 4 kecamatan 12 desa, dan Kab. Pangandaran 4 kecamatan 10 desa. Untuk perbatasan Jabar-Banten, masing-masing adalah Kab. Sukabumi dengan 3 kecamatan 8 desa, Kab. Bogor 7 kecamatan 29 desa.
“Dengan jumlah desa sebanyak itu, tidak mungkin kita melakukan monitoring ke setiap desa. Oleh karena itu, sistem monitoring yang kita gunakan adalah menggunakan sistem titik kumpul yang pelaksanaannya melibatkan camat, kades, DMP Desa setempat, dan tim.”
Untuk monitoring hari pertama akan dilaksanakan di Kec.Pasaleman & Kec. Ciledug lalu ke Kec. Pabedilan & Kec. Losari. Dianjutkan ke Banjar, Sukabumi, dan Bogor. Mengingat dari 7 kecamatan tersebut, tim membagi ke dalam 4 titik kumpul, dua titik kumpul perbatasan Jabar-Jateng dan dua titik kumpul perbatasan Jabar-Banten.






Leave a Reply