Museum Geologi Bandung akan Menggelar Special Event Night at The Museum
Terasjabar.co – Kabar gembira bagi Anda yang senang berkunjung ke museum. Museum Geologi yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Kota Bandung akan mengadakan even bertajuk Night at The Museum (NTM) pada Sabtu (11/8/2018) pukul 19.00-22.00 WIB. Jangan khawatir, tiket masuk ke even ini gratis.
Kepala Museum Geologi, Iwan Kurniawan, mengatakan even NTM kali ini akan mengusung tema “Fauna Endemik Sulawesi: Jejak Terpendam dari Lembah Walanae”.
“Tema ini terpilih karena telah selesai direkontruksi dan Celebochoerus heekereni merupakan koleksi fosil vertebrata khususnya fosil fauna khas (endemik) dari Lembah Wallanaea yang ditemukan di Sulawesi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Terasjabar.co, Rabu (8/8/2018).
Dikatakan Iwan, Badan Geologi, Museum Geologi telah berhasil mengumpulkan dan mengkonservasi koleksi tersebut. Hal tersebut menunjukkan, Indonesia kaya akan potensi sumber daya geologi (khususnya fauna Indonesia) dan sudah tentu bermanfaat akan sumber ilmu pengetahuannya.
Adapun beberapa rangkaian kegiatan dalam NTM nanti adalah seminar, pameran, culinary night atau jajanan malam, menjelahi museum dengan foto 3D, dan games.
Tema seminar yang akan diangkat, kata Iwan, yaitu “Fauna Endemik Sulawesi dengan referensi khusus untuk Celebochoerus heekereeni dari lembah Wallanae, Sulawesi Selatan”. Prof Dr Fachroel Aziz dan Dr GD Van den Bergh akan menjadi pembicara dalam seminar itu.
“Tujuan dari seminar ini untuk mempertanyakan peran museum di Indonesia saat ini dalam meletakkan konsep pembelajaran, sebagai jantung sebuah museum bagi generasi muda, khususnya di dalam era digital (generasi Z). Selain itu juga untuk mempertajam keunikan identitas yang diusung masing-masing jenis museum yang tercermin dalam konsep penyajian visual, interior,” ujar Iwa.
Kemudian, tema pameran yang akan diangkat yaitu “Fauna Endemik Sulawesi: dengan referensi khusus untuk Celebochoerus heekereeni dari lembah Wallanae, Sulawesi Selatan”.
Museum Geologi Bandung, ujar Iwan, merencanakan suatu pameran khusus yang bertemakan Fauna Endemik Sulawesi: dengan referensi khusus untuk Celebochoerus heekereeni dari lembah Wallanae, Sulawesi Selatan.
“Tema ini dipilih karena telah selesai rekontruksi kerangka Celebochoerus heekereni yang dikerjakan oleh Museum Geologi Bandung. Disamping itu Celebochoerus heekereni merupakan fosil fauna khas (endemik) dari lembah Wallanae,” ujarnya.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Survei Geologi (dulu Pusat Penelitian dan pengembangan Geologi atau PPPG) sejak tahun 1986-1992di lembah Wallanae, kata Iwan, telah berhasil mengumpulkan ribuan fosil fauna.
Di mana Celebochoerus heekereni merupakan yang paling dominan, mencapai lebih dari 85% dari populasi fosil yang dikumpulkan.






Leave a Reply