Walikota Didesak Buka Bandung Zoo Segera
Terasjabar.co – Sejumlah LSM dan pemerhati lingkungan melakukan diskusi pada Sabtu (29/11/2025) di Sekretariat Walhi Jabar. Pada pertemuan itu mereka beramai ramai mendesak walikota Bandung membuka operasional Bandung Zoo.
Hadir dalam diskusi tersebut pembicara dari Walhi Jabar, Yayasan Margasatwa Tamansari, Aliansi Bandung Melawan dan LBH AMS serta teman-teman jaringan aktivis lingkungan lainnya dalam diskusi bulanan OGIE (Obrolan Gerakan Independen Egaliter) yang kali ini bertema Polemik Kebun Binatang Bandung.
Dedi Kurniawan selaku pembicara dari FK3I (Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia) menyatakan bahwa sejatinya walikota Bandung harus segera membuka operasional Bandung Zoo karena dari amar putusan vonis sidang Bisma Bratakusumah dan Sri salah satu keputusannya adalah menitipkan pengelolaan Bandung Zoo ke Pemkot Bandung.
“Artinya pemerintah kota wajib membuka untuk mengelola lembaga konservasi ini”, ujar Dedi
Menurutnya di dalam kawasan kebun binatang terdapat sekira 700an satwa yang harus terus diberikan pakan. Satwa satwa tersebut harus dijaga keselamatannya. Selain itu ada juga sekira 130an karyawan yang juga harus tetap diberikan upah karena merawat satwa satwa tersebut. Kelompok lain yang juga perlu diperhatikan adalah 100an lebih para pedagang yang sudah terdampak sejak empat bulan terakhir.
Karenanya Ia mendesak Pemkot Bandung dalam hal ini Walikota Bandung segera mengambil alih operasional dengan cara membuka kebun binatang Bandung.
“Secara teknis di lapangan semuanya berjalan dengan normal, tinggal secara formal pembukaan operasional untuk pengunjung”, paparnya.
Isu belum dibukanya Bandung Zoo tersebut berpotensi menjadi isu internasional karena berkaitan dengan isu Animal Walfare dan HAM.
“Jangan sampai isu ini disuarakan lantang oleh NGO luar dan menekan pemerintah Indonesia serta menjadi sentimen negatif bagi pemerintah RI”
Pembicara lain, Papih Abdul dari ABM (Aliansi Bandung Melawan) menyatakan polemik Bandung Zoo ini adalah langkah oligarki dalam mencaplok lahan lahan strategis di Bandung. Ia mencontohkan pencaplokan lahan seperti yang terjadi di Kiara Artha Park dan beberapa tempat lain.
“Untuk lahan Bandung Zoo harus kita pertahankan. Karena ini merupakan lahan hijau paru paru Kota Bandung”, ungkapnya.
ABM menurutnya akan terus memperjuangkan untuk mempertahankan kepemilikan Bandung Zoo sebagai warisan kekayaan tradisional orang Sunda. Selain Bandung Zoo, ABM juga akan mempertahankan lahan lahan yang diincar oligarki seperti Dago Elos, Sukahaji, Tamansari, dan lainnya.






Leave a Reply