GENERASI 5:54-Percikan Tadabburiyah
Oleh:
Dr. Nanang Gozali, M.Ag.
(UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Terasjabar.co – Istilah Generasi 5:54 merujuk pada kelompok umat yang digambarkan Allah dalam Surah Al-Maidah ayat 54. Ayat tersebut menjelaskan bahwa ketika banyak kaum Muslimin tergelincir dalam kemurtadan, Allah akan menghadirkan suatu generasi baru yang memiliki karakter istimewa dan sangat kuat.
Ada lima ciri yang menandai kemunculan generasi tersebut:
Allah Mencintai Mereka karena Mereka Mencintai Allah
Hakikat hubungan cinta bersifat timbal balik. Jika seseorang mencintai Allah, maka Allah pun akan membalas dengan cinta-Nya. Namun cinta sejati kepada Allah bukanlah sekadar pengakuan, melainkan diwujudkan dalam ittiba’ kepada Rasulullah SAW: mengikuti perintahnya, meneladani akhlaknya, dan menjalankan sunnah-sunnahnya.
Di sinilah muncul konsep “Cinta Segitiga yang Menyelamatkan”: cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah, dan cinta Allah kepada hamba-Nya. Inilah fondasi spiritual Generasi 5:54.
Lemah Lembut terhadap Orang-Orang Beriman
Generasi ini dikenal sebagai sosok yang penuh kasih terhadap sesama Muslim: mengayomi, menyantuni, membantu, dan hadir dalam kesulitan saudara seimannya.
Realitas hari ini sering kali memperlihatkan situasi sebaliknya. Demi alasan toleransi, sebagian tokoh Islam lebih menunjukkan kedekatan pada kelompok non-Muslim, sementara kebutuhan umatnya sendiri kurang diperhatikan. Fenomena penyambutan kenegaraan yang meriah untuk tokoh non-Muslim, namun hampir tanpa perhatian bagi ulama besar seperti Habib Umar bin Hafidz, menggambarkan ketimpangan tersebut.
Bukan berarti umat Islam anti toleransi, tetapi perhatian terhadap internal umat seharusnya menjadi prioritas.
Superior atas Orang Kafir
Ayat ini menegaskan bahwa generasi tersebut memiliki wibawa dan martabat ketika berhadapan dengan orang-orang yang memusuhi Islam.
Peristiwa penghormatan besar-besaran kepada Paus Franciscus, dibandingkan dengan minimnya penyambutan terhadap ulama besar dari Yaman, mencerminkan situasi di mana umat Islam tampak inferior di hadapan kelompok lain. Sikap berlebihan seperti itu bukanlah akhlak mulia, melainkan tanda hilangnya bargaining position umat Islam.
Melihat kondisi ini, tampaknya Generasi 5:54 belum lahir, karena proses murtadisasi atau pelemahan internal umat sendiri masih berlangsung dan belum mencapai titik balik kebangkitan.
Berjuang di Jalan Allah
Sebagian pemikir modern memaknai jihad hanya sebagai perjuangan nonfisik, karena hari ini tidak terlihat musuh Islam yang menyatakan perang secara terbuka. Namun Al-Qur’an mengingatkan bahwa permusuhan ideologis Yahudi dan Nasrani terhadap Islam akan terus ada hingga akhir zaman.
Perang modern yang dihadapi umat Islam bukan lagi perang senjata, melainkan perang gagasan:
-
Kapitalisme dalam ekonomi,
-
Imperialisme dalam politik,
-
Liberalisme dan pluralisme dalam pemikiran dan sosial.
Tanpa disadari, umat Islam telah banyak menjadi korban strategi ideologis tersebut. Kondisi dunia Islam saat ini mencerminkan kemenangan mereka dalam “perang bawah tanah”.
Generasi 5:54 kelak akan muncul sebagai kelompok yang mampu memenangkan pertarungan ideologi ini. Namun penulis memperkirakan, mungkin masih perlu 2–3 dekade hingga generasi itu benar-benar bangkit.
Tidak Gentar oleh Banyak Pencaci
Generasi 5:54 adalah generasi yang berani, teguh, dan tidak goyah oleh cacian, fitnah, maupun ancaman. Mereka menghadapi dua lapisan tantangan: dari luar umat Islam dan dari dalam tubuh umat itu sendiri.
Faktanya, tantangan internal justru sering lebih berat. Saling menjegal, saling merendahkan, bahkan sesama pejuang kebenaran pun kadang saling menjatuhkan. Inilah ironi besar yang dirasakan penulis dalam realitas umat hari ini.
Generasi 5:54 adalah gambaran tentang umat yang bangkit setelah masa kemunduran, umat yang kembali pada cinta sejati kepada Allah, solidaritas internal, wibawa di hadapan musuh, kekuatan perjuangan prinsipil, dan keteguhan mental yang luar biasa.
Meskipun generasi itu belum hadir sekarang, tanda-tandanya akan muncul seiring ujian, konflik, serta proses seleksi alamiah dalam tubuh umat Islam. Ketika waktunya tiba, Allah akan menepati janji-Nya: menolong orang-orang beriman dan memenangkan mereka dalam setiap pertarungan zaman.






Leave a Reply