Musim Kemarau, Penjual Es Lontar di Indramayu Panen

Terasjabar.co – Cuaca panas musim kemarau mendatangkan keberuntungan bagi sejumlah penjual es lontar atau legen di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Pedagang es lontar yang banyak dijumpai di tepi-tepi jalan di wilayah Kabupaten Indramayu ini rupanya sedang meraup panen. Dagangannya laris manis. Banyak pengendara sepeda motor berdatangan membeli es lontar.

Pedagang es lontar umumnya berjualan di lapak atau warung pinggir jalan yang banyak dilalui kendaraan bermotor.

Salah seorang penjual es lontar adalah Mang Jana. Pria kelahiran Majalengka ini berjualan es lontar yang diteduhi tenda biru di tepi jalan kabupaten. Tepatnya di Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Banyak pengendara kendaraan bermotor yang melintasi wilayah Kecamatan Terisi menuju wilayah Kecamatan Cikedung mampir di kedai milik pria berusia sekitar 50 tahun itu.

Tak ayal, omzet penjualan es lontar terbilang lumayan tinggi. Sehari mencapai ratusan ribu rupiah. “Pembeli es lontar ini kebanyakan pengendara motor. Kebetulan lewat dan kehausan sehingga mampir membeli es lontar,” ujarnya.

Cukup dengan uang Rp 5 ribu, pembeli sudah bisa menikmati segelas es legen yang sudah dicampur sedikit irisan buah lontar.

Dua perempuan muda pengendara matik mendadak berhenti membeli es lontar. (Taryani)

Tidak semua pembeli mengenal seluk beluk buah lontar. Buktinya banyak pembeli yang menanyakan seluk beluk buah lontar yang akan dibelinya itu.

Pertanyaan seperti buah lontar itu dikirim dari daerah mana, pohonnya seperti apa, serta rasa buah dan airnya enak enggak, sering terlontar dari pembeli.

Tak terkecuali, seorang perempuan muda bersama temannya yang tiba-tiba menghentikan laju sekuter matiknya karena ingin membeli es lontar yang dijual Mang Jana.

Terhadap pertanyaan itu, penjual dengan sabar menjelaskan bahwa bosnya membeli buah dan air lontar dari salah seorang tengkulak di Jawa Timur.

“Saya sendiri kebetulan punya bos dari Kabupaten Subang yang mengirim air dan buah lontar ini,” ujarnya.

Bos lontar dari Subang itu rupanya punya banyak lapak es lontar di sejumlah kecamatan, seperti Terisi dan Losarang.

Segelas es lontar yang disodorkan Mang Jana tak lama diseruput perempuan muda itu. Sambil memegang segelas es lontar ia berkomentar, ”wow rasanya nikmat sekali. Airnya manis dan segar, aromanya seperti air tape,” ujarnya sambil meneruskan nyeruput segelas es lontar.

Segelas es lontar rupanya belum cukup membuat dua perempuan ini merasa puas. Mereka masih penasaran dengan buah lontarnya. “Rasa buah lontar ini mirip kelapa muda ya. Cukup lembut dan kenyal,” katanya.

Mang Jana tak hanya melayani pembeli yang menikmati es lontar di tempat. Ia juga melayani pembeli yang ingin membawa pulang air lontar yang sudah dikemas dalam botol bekas air mineral.

Satu botol isi 600 ml air lontar tanpa es dan irisan buah lontar dijual Rp 5 ribu. Kalau yang botol besar isi 1.500 ml harganya Rp12 ribu.

Mang Jana menyebut air lontar yang sudah nginap selama tiga hari, rasanya jauh lebih nikmat dibanding air lontar yang baru datang. (Taryani)

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *