Banyak Masyarakat Terkesan Sudah Acuh, Achdar Ingatkan Adanya Ancaman Gelombang ke-3 Covid-19

Terasjabar.co –  Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat H. M. Achdar Sudrajat, S.Sos. mengatakan, masyarakat jangan terlena dengan kondisi saat ini yang terkesan relatif aman dari ancaman Covid-19. Meskipun status kesiagaan di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat di level 2, namun harus tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan.

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar ini mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang lupa dengan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. Di sejumlah tempat, kata politisi asal Kabupaten Bekasi ini, banyak masyarakat terlihat seperti sudah acuh dengan protokol kesehatan. Hal ini, katanya, harus diingatkan kembali. Padahal, katanya, status kesiagaan dalam menghadapi Covid-19 masih dalam status level 2 atau level 3.

“Banyak masyarakat terkesan mereka sudah bebas dari Covid-19. Kemana-mana sudah tak pakai masker, lalu berkerumun dan sudah jarang mencuci tangan. Status pandemic ini belum dicabut, kita harus ingat itu,” katanya kepada Terasjabar.co, Senin (22/11/2021).

Bahkan, kata Achdar, sejumlah epidemiolog mengingatkan akan bahayanya gelombang ketiga. Di sejumlah negara, katanya, gelombang ketiga ini telah terjadi dan lebih ganas.

“Karena itu kita harus tetap waspada, hati-hati, dan tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Ancaman gelombang ketiga yang dikhawatirkan, katanya, semakin muncul saat penyelenggaraan perayaan natal dan tahun baru (Nataru).

“Dikhawatirkan serangan virus Covid-19 di perayaan Nataru ini kembali meningkat. Karena itu harus diantisipasi,” katanya.

Achdar juga mengingatkan pemerintah untuk tidak kendor melakukan pengawasan dan penindakan terhadap masyarakat di sejumlah tempat keramaian, seperti pusat-pusat perbelanjaan, supermarket, tempat hiburan, sudah seperti kondisi normal lagi.

“Hal ini harus diantisipasi, misalnya dengan pemeriksaan yang ketat dan fasilitas untuk menjalankan protokol kesehatan tetap tersedia. Dan berfungsi tentunya. Banyak tempat keramaian yang fasilitas cuci tangan atau handsanitezer malah tak berfungsi,” katanya.

Achdar mengingatkan kepada masyarakat untuk tak menyepelekan masalah Covid-19 ini. Ia mengatakan, dirinya pernah menjadi terkontaminasi virus Covid-19 dan dirawat selama hampir sebulan. Ia mengajak untuk menjaga kesehatan dan berpola hidup sehat.

“Saya bicara seperti ini karena saya sendiri pernah positif Covid-19. Untuk mengajak untuk bersikap sehat, selalu menjalankan protokol kesehatan,” pungkanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *