Pemkot Bandung Tetapkan APBD Perubahan 2020 Sebesar Rp 3,19 T

Terasjabar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020 sebesar Rp 3,19 triliun. Beberapa pos mengalami penyesuaian akibat kebijakan refokusing anggaran, sehingga berkurang.

Namun ada pos anggaran yang justru mengalami lonjakan signifikan, yaitu belanja tak terduga yang mencapai Rp 285 miliar lebih, dari semula hanya Rp 33 miliar.

Dalam APBD Perubahan 2020 yang telah disahkan beberapa waktu lalu, porsi biaya tak terduga mendapat alokasi sebesar 9 persen atau sekira Rp 285 miliar lebih.

Sementara untuk belanja pegawai masih mendominasi sebesar 74 persen atau sekira Rp 2,48 triliun. Disusul belanja hibah, belanja subsidi, dan belanja bantian sosial dengan prosentase yang lebih kecil.

Sekretaris Daerah (Sekda) kota Bandung, Ema Sumarna menjelaskan, perubahan struktur APBD P 2020 dipengaruhi kondisi pandemi Covid-19 di kota Bandung.

Pada awal pandemi lalu, Pemkot sendiri sudah melakukan realokasi dan refokusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Kalau kita kembali ke belakang dalam perjalanan APBD 2020, waktu itu karena ada Covid-19 kita lakukan refokusing anggaran. Seingat saya, ada pergeseran anggaran sebesar Rp 460 miliar, di mana Rp 85 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk penanganan di bidang kesehatan,” kata Ema.

Selain untuk penanganan kesehatan, biaya operasional Gugus Tugas sebesar Rp5 miliar, dan alokasi Jaring Pengaman Sosial (JPS) di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sekira Rp 270 miliar lebih pun menjadi hasil kebijakan refokusing anggaran.

“Nah, JPS itu di perjalanan lebih banyak di-takeover oleh Provinsi dan Pusat. Berapa yang sudah terealisasi kota Bandung untuk JPS, itu di angka Rp 71 (miliar) sekian, dan itu yang memang sudah dibayarkan. Ada yang istilahnya untuk non dtks. Tetapi saat ini semua sudah selesai ditangani,” tambah Ema.

Ema pun menjelaskan besaran alokasi Belanja Tak Terduga (BTT) di APBD Perubahan, merupakan hasil kesepakatan dengan Dewan.

Meski ada yang tidak terserap karena sejumlah alasan tadi, namun ketidakpastian akhir masa pandemi menjadi pertimbangan Pemkot untuk kembali menganggarkannya di APBD Perubahan 2020.

“Tapi di APBD P 2020 oleh kita kembali dialokasikan, bahkan untuk biaya operasional gugus tugas kita tambahkan Rp10 miliar. Untuk yang kesehatan juga kita tambah lagi. Tapi untuk yang JPS kita akan tambahkan apabila ada kebijakan PSBB kembali seperti awal pandemi. Tapi kan pak wali pak wakil tidak mengambil kebijakan PSBB,” beber Ema.

Disinggung tentang besaran alokasi BTT di APBD Perubahan 2020 yang mencapai Rp 285 miliar lebih, Ema mengklaim angka tersebut merupakan akumulasi selama tahun 2020, dan bukan usulan angka baru.

“Itu (BTT Rp 285 miliar) total dari awal, tidak merupakan angka baru dalam APBD P 2020. Tapi prinsipnya pada saat kita menuju akhir tahun ini, untuk penanganan covid-19 masih kita alokasikan dan sudah sepakat dewan,” pungkas Ema.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *