Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Capai 3.491, Achdar Sudrajat Minta Masyarakat Tetap Waspada

Terasjabar.co – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi pada Minggu (11/10/2020) kemarin bertambah 128 orang. Dengan demikian, kumulatif kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi telah mencapai 3.491 kasus positif.

Berdasarkan website resmi Pemerintah Kabupaten Bekasi, pikokabsi.bekasikab.go.id, dari jumlah kumulatif 3.491 pasien Covid-19, sebanyak 3.074 pasien di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Jumlah pasien sembuh bertambah 107 dari satu hari sebelumnya yang berjumlah 2.967 pasien sembuh dari Covid-19. Lalu, ada 162 pasien positif Covid-19 yang masih dirawat dan 205 pasien positif yang isolasi mandiri.

Pasien yang isolasi mandiri bertambah 120 dari satu hari sebelumnya. Sementara, pasien yang dirawat di rumah sakit bertambah satu dari satu hari sebelumnya. Masih dengan jumlah yang sama, ada 50 pasien positif Covid-19 meninggal dunia.

Sementara, ada 362 orang dalam kontak erat. Jumlah tersebut berkurang 29 dari 391 jumlah kontak erat sebelumnya. Kemudian, ada 206 pasien suspek yang kini masih dalam pengawasan. Jumlah tersebut bertambah 3 dari sebelumnya ada 203 jumlah suspek. Sementara, masih ada tujuh orang probable yang masih diawasi.

Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kabupaten Bekasi H. M. Achdar Sudrajat, S.Sos. mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan tidak meremehkan penyebaran wabah Covid-19). Sebab, jumlah konfirmasi pasien yang positif Covid terus  bertambah bahkan jumlah korban meninggal dunia mencapai 50 orang.

“Harapan saya kepada masyarakat Kabupaten Bekasi jangan meremehkan Covid-19, karena bagaimanapun korban dari corona ini sudah banyak,” kata Achdar kepada Terasjabar.co, Senin (12/10/2020).

Politisi Partai Demokrat ini juga meminta agar masyarakat tidak terpengaruh informasi yang mungkin tersebar di media sosial tentang isu hoax virus corona dan orang-orang yang tidak percaya adanya Covid-19.

“Covid-19 ini memang benar adanya karena negara maju seperti AS kewalahan mengatasinya. Jadi penyakit ini membahayakan manusia dan mudah menular. Sehingga protokol kesehatan wajib hukumnya untuk diterapkan dimana-mana, jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan, hindari kerumunan massa,” pungkasnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *