Komisi V DPRD Jabar Minta Pemprov Segera Pulihkan Korban Banjir Bandung Sukabumi

Terasjabar.co – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang akibat meluapnya Sungai Citarik-Cipeuncit, di Kampung Bantar, Desa Pondokaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (26/9/2020) lalu.

Anggota Komisi V DPRD Jabar Siti Muntamah mengatakan, dari hasil kunjungan ini pihaknya akan berupaya mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) untuk segera melakukan perbaikan tempat tinggal dan memulihkan perekonomian masyarakat yang terdampak. Sesuai apa yang dicita-citakan para korban bencana banjir bandang tersebut.

“Alhamdulillah, kami Komisi V bisa berkunjung kesini dan tentu untuk bisa melihat langsung masyarakat mana yang memerlukan bantuan perbaikan rumah serta pemulihan perekonomian masyarakat, bersama dengan kewilayahan setempat. Harapannya tentu saja, 1-2 minggu kedepan bisa segera terealisasikan cita-cita mereka untuk kembali ke rumah dan mulai menggeliat kembali perekonomian masyarakatnya,” ujar Siti di sela-sela kunjungan.

Dia pun bersyukur, di tengah situasi pandemi Covid-19. Masyarakat dari berbagai daerah bahu-membahu gotong royong, membantu para korban banjir. Salah satunya dengan membangun jembatan sementara, yang menjadi penghubung kampung selain memberikan bantuan pasokan kebutuhan harian.

“Terlihat masyarakat yang sangat responsif, bahkan dari berbagai daerah di Jawa Barat. Ini memperlihatkan masyarakat Jawa Barat yang saling asah, asih dan asuh dan budaya gotong royong dalam membangun jembatan sementara, serta membantu meringankan beban warga yang terdampak,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Cidahu Erry Erstanto berharap dengan adanya kunjungan dari Komisi V DPRD jabar diharapkan dapat mempercepat bantuan untuk pemulihan dari Pemprov. Terutama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat, serta perbaikan fasilitas umum berupa jembatan.

“Kecamatan kami termasuk kecamatan yang paling besar terkena dampak dari banjir bandang pada senin lalu. Sekitar 30 rumah lebih habis terbawa arus banjir. Kerusakan paling utamanya juga terletak pada fasilitas umum masyarakat, seperti jembatan yang sering digunakan sebagai akses jalan. Data sementara ada 12 jembatan yang rusak akibat banjir,” terang Erry.

Tercatat ada empat desa di Kecamatan Cidahu yang terdampak, yaitu Desa Babakanpari (Kampung Bojong Astana), Podokkaso Tengah (Bantar), Jayabakti (Cibojong) dan Cidahu. Total 431 jiwa dari 133 keluarga yang mengungsi akibat banjir bandang tersebut.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *