Toni Setiawan: Keselamatan Peserta Tes UTBK SBMPTN Harus Jadi Prioritas Pemprov Jabar

Terasjabar.co – Keselamatan peserta tes Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) harus menjadi atensi Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan mobilisasi peserta tes diketatkan.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat Drs. Toni Setiawan kepada Terasjabar.co, Kamis (2/7/2020).

“Masalah keselamatan harus menjadi atensi dari Pemprov Jabar, pelaksanaan tes harus memenuhi protokol kesehatan,” kata Toni.

Selain itu menurut Toni, perguruan tinggi harus pembatasan interaksi, menyiapkan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, memiliki Satuan Tugas, menyediakan pelayanan kesehatan, sampai menyiapkan ruang kesehatan dan ambulans.

“Pengecekan suhu juga harus dilakukan. Peserta dibatasi bagi yang berdomisili di Jabar. Ini untuk menghindari imported case (kasus impor),” katanya.

Toni juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir dan semua harus tetap waspada dengan langklah-langkah antisipatif.

“New normal ini kan belum betul-betul normal, oleh karena itu diperlukan langkah-langkah antisipatif agar pelaksanaan tes dapat berjalan lancar dan seluruh peserta terjamin keselamatannya”, pungkasnya.

Seperti diketahui sebanyak tujuh perguruan tinggi negeri di Jabar akan menggelar UTBK-SBMPTN. Ketujuh perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Universitas Siliwangi (Unsil), dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung.

Jumlah peserta UTBK-SBMPTN di perguruan tinggi Jabar yakni 80.792. Rinciannya, ITB 16.648 peserta, Unpad 11.032 peserta, IPB 14.887 peserta, UPI 15.234 peserta, ISBI 7.206 peserta, Unsika 7.296 peserta, dan Unsil 8.489 peserta.

Pelaksanaan tes UTBK-SBMPTN dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung 5-14 Juli 2020, sedangkan gelombang II pada tanggal 20-29 Juli 2020. Setiap gelombang akan digelar dua sesi per hari.

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =