8 Daerah di Jabar Masuk Zona Merah Covid-19

Terasjabar.co – Sebanyak delapan daerah di Jawa Barat masuk zona merah atau daerah paling banyak terpapar virus korona (covid-19). Delapan daerah masuk zona merah lantaran telah terdapat warga yang positif terjangkit virus korona.

“Depok, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cirebon, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, sabtu (21/3/2020).

“Ini masih akan kami terjemahkan mungkin istilahnya bukan zona merah, tetapi zona yang terpapar secara positif, kan begitu. Karena wilayahnya kan sangat luas sehingga tidak memperpanik warga juga,” imbuhnya.

Per Jumat (20/3/2020) pukul 21.20 WIB, berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID -19 Jabar ( Pikobar ), jumlah pasien positif virus corona di Jawa Barat mencapai 41 orang. Dari jumlah itu tercatat ada 7 orang meninggal dunia dan 4 orang sembuh.

Berdasarkan visualisasi peta di Pikobar, sebaran pasien positif corona berada di Kabupaten Bogor 1 pasien, Kota Bogor 1, Kota Depok 1, Kota Bekasi 4, Kabupaten Purwakarta 1, Kota Bandung 1, Cirebon 1, dan Kabupaten Bandung 1 (meninggal). Sedangkan 30 pasien lainnya tak tervisualisasi di peta tersebut.

Pemprov Jabar kini pro aktif melakukan pengecekan di sejumlah daerah yang diantisipasi banyak terjangkit virus corona. Termasuk dengan penyiapan bantuan logistik hingga rapid test untuk memetakan pasien positif corona secara cepat.

Ridwan Kamil menyebut pihaknya telah mengajukan permintaan 10 ribu alat rapid test untuk wilayah Jawa Barat. Namun, individu yang didahulukan melakukan tes adalah orang-orang yang diwaspadai berpotensi terjangkit virus corona.

“Tidak bisa semua orang (dites) dan didahulukan kepada pola yang diwaspadai. Harapannya dengan rapid test ini kan itungannya menit kalau enggak salah sekian sampai 15 menit, itu bisa membuat tracking kita menjadi lebih waspada,” kata Ridwan Kamil.

Dia berharap dengan kecepatan hasil tes menggunakan darah itu, Pemprov Jabar semakin cepat juga melakukan pencegahan.

“Pemprov bisa lebih tanggap makanya kebutuhannya itu dengan makin cepat kehadiran rapid test atau PCR ini, semakin kita makin bisa melakukan blocking terhadap zona-zona yang kita curigai,” tuturnya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *