Coba Inovasi Baru, Bank Sampah SEMBARA Produksi Sabun Berbahan Minyak Jelantah, Serbuk Kelor dan Minyak Atsiri

Terasjabar.co – Bank Sampah Sembara (BS SEMBARA) mencoba inovasi baru dengan memproduksi sabun cuci berbahan baku dari limbah dapur berupa minyak jelantah di tambah bahan serbuk kelor dan minyak atsiri sebagai pewangi.

Acara dibuka oleh Nina Puji Handayani, ST. selalu Ketua BS SEMBARA disaksikan Lurah Cisaranten Kidul Erwin Fansori S.IP., MM, Ketua RW 09 Denni Komaransyah SE, Ketua Yayasan Rahayuning Rakyat (Yayasan NINGRAT) Ipy Afiat, Penggiat Budidaya Pohon Kelor Pepen S. Padmawilaga, Penggiat Lingkungan Achil Muchalim (M. Achil Kalkun) dari Kelompok JAGA SEKE, serta Warga masyarakat RW 09 Riung Hegar-Riung Bandung, Selasa (18/2/2020).

Ketua BS SEMBARA Nina Puji Handayani, ST. mengatakan bahwa Bank Sampah SAMBARA (BSS) berdiri tanggal 2 Desember 2019 berlokasi di RW 9 Kel. Cisaranten Kidul, Kec. Gedebage dan diresmikan oleh Wali Kota BandungOded M. Danial atau Mang Oded.

“Anggota BSS berasal dari 10 RT di RW 9 Kel. Cisaranten Kidul, Kec. Gedebage, Kota Bandung. Kegiatan saat ini BSS mampu mengelola sampah Organik dengan hasil pengumpulan lebih kurang 4 ton per tahun dengan diolah selanjut nya menjadi KOMPOS, dan untuk hasil anorganik dijual ke pengepul dengan alokasi bagi hasil 50:50 antara kas RT dan pengepul”, katanya.

Sementara itu, Penggiat Budidaya Pohon Kelor Pepen S. Padmawilaga mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang melaksanakan budidaya pohon kelor karena khasiatnya yang luar biasa.

“Daun kelor mengandung 7 asam amino dan baik untuk makanan, termasuk bubur bayi, obat-obatan dan kosmetik terlebih daun kelor bila dikonsumsi oleh balita akan mencegah stunting (badan cebol)”, katanya.

Melihat peluang tersebut Pepen warga Perum Griya Jatinangor 2, Tanjung Sari, Sumedang saat ini sudah mendapatkan bibit kelor dari Makasar Sulawesi, dan pihaknya mentargetkan menanam 1.000 pohon Kelor di Garut dalam 6 bulan kedepan.

“Saat ini sedang dilaksanakan penyemaian terus di lakukan dan saat ini telah memiliki 100 pohon yang rata-rata 70 cm, 100 pohon tinggi 10-20 cm. Hal ini dilakukannya untuk menjawab bila ada yang membutuhkan lebih banyak bisa di pesan dan bisa dibuatkan semaian sesuai pesanan. Untuk budidaya pohon kelor ini kami berharap ada mitra yang dapat membantu modal untuk pengembangan pembibitan pohon kelor”, tambahnya.

Namun demikin pihaknya untuk enam bulan lagi kami akan panen perdana di perkirakan akan menghasilkan 500 Kg daun moringga. Salah satu targetnya adalah untuk mendukung produksi SABUN KELOR, dan akan berdampak positif kepada semangat masyarakat di seluruh Jabar untuk menanam Kelor.

Sementara itu Neneng Kurniawati, produsen Sabun Cuci hasil olahan dari Minyak Jelantah mengatakan bahwa untuk membuat sabun cuci ini pihaknya bekerjasama dengan petani pohon kelor, dan petani minyak atsiri.

“Untuk minyak Astiri, saya dapat dari H. Supriati warga Sekesemplak Sindanglaya”, katanya.

Senada dengan Neneng, Acil Muchalim dari JAGA SEKE mengatakan bahwa produksi sabun memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu pihaknya sangat mendukung agar usaha ini dapat terus dikembangkan.

“Kami selaku penggiat lingkungan dari Komunitas JAGA SEKE, kiranya daerah di sepanjang bantaran sungai besar seperti sungai Citarum dan anak sungai citarum khususnya do Seke–Mata Air kiranya dapat ditanami pohon kelor dengan fungsi ganda untuk konservasi dan meningkatkan ekonomi kerakyatan”, ungkapnya.

Sebagai jawaban atas harapan M. Acil, salah seorang warga Kampung Belekok (Ujang) spontan memesan bibit kelor ke Pak Pepen untuk ditanam di kampung Belekok dengan tujuan untuk menunjang bisnis Kuliner, di Kampung Belekok yaitu Bisnis Pengasapan Bebek, Angsa dan produsen Telur Asin di Kampung Belekok.

Sentara Ify Afiat Soelaeman dari Yayasan Rahayuning Rakyat menambahkan bahwa nilai manfaat ekonomis untuk masyarakat luas selain dari produksi Sabun Kelor ada beberapa potensi lain yaitu Bisnis Kuliner, olahan Daun Kelor berupa Teh, Tepung, selain itu Daun Kelor dapat untuk bahan Penjernihan air limbah.

“Untuk jangka pendek yang bisa kami dilakukan adalah bersama sama dengan Bank Sampah Sembara (BSS) mewujudkan cara produksi, dan pencapaian kualitas produk Sabun Kelor yang baik dengan bantuan akademisi dan institusi pendidikan untuk layak dipakai untuk Sabun mandi”, harap Ipy.

Setelah menyimak rangkaian kegiatan yang dilaksnaakan Pengelola Bank Sampah Sembara (BSS), Lurah Cisaranten Kidul Erwin Fansori S.IP., MM. mengatakan sangat mendukung kiranya inovasi dan kolaborasi sesama penggiat lingkungan yang saling ada keterkaitan yang satu dengan yang lainnya.

“Saya sangat mendukung kiranya inovasi dan kolaborasi antar sesama penggiat lingkungan, bahkan seperti industri hulu (petani budidaya kelor dan petani bahan baku minyak Atsiri) dan industri hilir (produsen sabun kesehatan berbahan dasar daun Kelor) ini diharapkan menjadi salah satu ekonomi kerakayatan. Kedepan kami mentargetkan Bank Sampah Sembara Cisaranten Kidul menjadi tempat Pelatihan Produksi SABUN WANGI KELOR, dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan masyarakat luas guna meningkatkan pendapatan penghasilan”, tegas Erwin. * Ocid Sutarsa

Bagikan :

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 12 =

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam