Terowongan Curug Jompong Mulai Dioperasikan Awal 2020

Terasjabar.co – Terowongan Nanjung atau Terowongan Curug Jompong di Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung dipastikan akan mulai dioperasikan pada awal 2020 mendatang.

Saat ini proyek pengerjaan penanganan banjir di DAS Citarum tersebut sudah mencapai 95,22% dan dalam waktu dekat pekerjaan yang dimulai sejak April 2018 itu akan segera rampung pertengahan Desember 2019.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Bob Arthur Lombogia pada saat kunjungan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke proyek Terowongan Nanjung, Sabtu, (16/11/2019).

Baca Juga: Capai Progres 95 Persen, Terowongan Nanjung Bakal Beroperasi Januari 2020

Menurut Bob, Terowongan Nanjung merupakan titik terakhir aliran air dari Hulu Citarum menuju Saguling. Terowongan Nanjung menjadi kesatuan bersama 15 proyek lainnya yang saat ini kerjakan secara orakel dan bersamaan di wilayah Bandung Raya.

Jika ke 16 proyek penanganan banjir DAS Citarum tersebut rampung setidaknya dapat mengurangi areal atau sampai genangan yang semula mencapai 3.500 hektare dikurangi 700 hektare menjadi 2.800 hektare.

“Data 2020 banjir menggenangi 3500 ha, dengan adanya proyek yang kami kerjakan 700 ha yang bisa diamankan, tapi selisihnya itu nanti waktu genangan berkurang dan cepat surut. Tapi itu data 2015 kami akan hitung ulang dengan puslitbang air supaya lebih real, ” kata dia.

Adapun jumlah kepala keluarga yang terbebas banjir sekitar 14 ribu KK . Meski tidak semua wilayah akan terbebas banjir, dia berharap keberadaan terowongan air ini bisa mempercepat genangan air di sejumlah daerah.

“Setidaknya terowongan air ini bisa mempercepat genangan. Banjir tetap, tapi genangannya tidak akan lama, karena air di sungai mengalirnya jadi lebih cepat,” katanya.

Lebih lanjut dia katakan, terowongan air ini memiliki dua pipa yang masing-masing berukuran panjang 230 meter dengan diameter 8 meter. Dengan begitu, menurutnya terowongan ini mampu mengalirkan air dari Sungai Citarum hingga 700 m3/detik.

“Masing-masing terowongan 350 m3/detik,” katanya. Selain bisa mempercepat aliran air, terowongan di Curug Jompong inipun mampu menarik material sedimentasi yang ikut terbawa air.

Sebab, terowongan ini memiliki kolam penyimpan sedimentasi yang mampu menampung hingga 6.000 m3.

“Jadi selain bisa mempercepat air, juga bisa menjadi penangkapan sedimentasi,” katanya.

Bagikan :

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *